Menjadi Kuat dengan Hinaan

Kritik, mungkin bisa diterima. Tapi hinaan? Tidak semua manusia bisa terima jika mereka dihina. Manusia tidak pernah mau direndahkan oleh siapapun. Namun, meskipun tidak mau dihina, mereka memiliki respon yang berbeda-beda untuk menanggapinya.

“Kau bodoh sekali! Apakah kau tidak pernah mendengarkan apa yang telah ibu guru ajarkan padamu di sekolah?”

Hal itu akan terdengar sangat kasar apabila diucapkan kepada seorang, terlebih lagi jika itu dilakukan di depan teman-temannya, di depan umum. Ucapan ini bisa saja muncul atas dasar ketidaksengajaan atau karena memang terlalu kesal dengan orang yang dimaksud. Namun, tetap saja. Ini adalah suatu hinaan yang menyakitkan. Lalu apa yang bisa kita lakukan seandainya berada dalam situasi seperti ini?

Orang dengan emosional tinggi, marah. Dia akan melawan balik dengan kata-kata yang lebih parah. Perang mulut, atau lebih buruk lagi, baku hantam. Tak ada lain, hal ini akan berakhir dengan suatu kesia-siaan, seperti rasa sakit, kesal, menyesal, dan malu.

Orang yang rendah diri, tertekan. Dia tidak terima dengan ucapan itu. Dia tidak suka. Tapi apa yang bisa dia lakukan kalau semua yang dikatakan itu memang benar? Akhirnya dia hanya bisa tertunduk dan menerima kalau dia memang bodoh. Sisanya, dia akan merenung sendirian dan menangis, lalu benar-benar menjadikan dirinya bodoh seperti yang mereka katakan.

Orang yang cuek, tidak belajar. Mungkin sudah menjadi kebiasaannya untuk tidak mau mendengarkan setiap hal buruk yang dikatakan orang lain. Dia memang tidak terpengaruh oleh hinaan itu. Tapi dia juga tidak mau belajar untuk mempelajari dirinya sendiri, apa yang membuat mereka menghinanya seperti itu.

Pernah melihat pacuan kuda atau karapan sapi? Untuk mendapatkan lari yang sangat kencang, hewan-hewan ini sering dicambuk. Terlihat jahat dan menyakitkan, tapi itu memang membuktikan bahwa cambuk itu menggerakkan mereka.

Tidak bermaksud untuk menyamakan manusia sebagai hewannya, tapi cambuk merupakan analogi dari sebuah hinaan. Ketika telinga kita menangkap adanya hinaan, sadarlah bahwa itu artinya masih terdapat hal yang kurang pada diri kita.  Memang terasa sakit, tapi harus menjadi lebih baik lagi.

Beberapa orang menamakan hal ini sebagai dendam positif. Kita menggunakan rasa sakit hati ini sebagai suatu motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Percuma kita menghina balik orang tersebut jika yang dikatakannya itu benar. Maka, yang kita lakukan adalah segera memberikan bukti bahwa hinaan mereka adalah suatu kesalahan.

Kawan,
Orang bilang hidup ini memang kejam, tapi hanya orang yang tahu cara menghadapi kekejaman itulah yang akan bertahan hidup. Menjadi orang yang dapat menghadapi hinaan dengan benar adalah sebuah berkah. Kita bisa mulai dari sekarang.

Sudahkah Anda menjadi orang yang tahan akan hinaan?

60 thoughts on “Menjadi Kuat dengan Hinaan

  1. Menurutku jadikanlah hinaan itu sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi,lebih berprestasi,dsb.Teman 1 angkatanku ada yg mengalami hal ini,sangat sering dia dihina,dimaki maki,krn anaknya memang aneh.Hebatnya anak itu sangat tdk peduli krn mentalnya luar biasa kuat.Sekarang dia sangat berprestasi di olahraga yg membuat tmn2nya menjadi lbh menghargai dia,tp bkn krn itu sj,sikapnya pun skrg berubah dari anak yg super nakal,tdk disiplin,sangat kacau,skrg menjd anak yg sopan,ada disiplinnya.Jd dengan kemauan yang sangat kuat bisa merubah segalanya,Raihlah prestasi,jgn mundur dgn ejekan2,maju terus sampai akhirnya keluar menjadi seorang JUARA

  2. Saya itu kan bekerja untk cri uang buat kuliah tp rekan kerj sya itu selalu menghina ketik say sedang makn kta mereka say dkt2 makan pdhl mkn yg benar kn mkan siang n mlm pkok x mereka mengejek agama jga dll sya harus gmna?

  3. ya saya pernah dihina dan disia siakan di dekat tempat tinggal ku ,aku tak tahan lagi akhirnya aku dendam dan memutuskan tali silaturahmi dengan mereka dan aku bahagia

  4. saya itu masih bingung, saya sekarang ketua kelas, tetapi anggota saya kurang menghormati saya, sebenarnya saya itu bingungnya saat saya mempresentasikan tugas saya di depan kelas, pasti teman teman saya selalu membuly saya, saya sendiri juga bingung kenapa saya di buly apa akibat saya kegantengan(karena banyak guru yang ngomong saya ganteng) tapi jika saya tidak aktif di kelas saya mendapat nila aktifnya b tapi kalau aktif nanti takutnya di bully, sampai kadang saya mau nangis tapi sya tahan, soalnya kadang bulynya fisik, peralatan sekolahku ,hinaan ,kata kotor dan lain lain , saya hanya berfikir kenapa di sekolah agama islam mutunya lebih rendah sampai muridnya tidak teratur di bandingkan dengan sekolah negri

    • saya pun juga mengalami hal yang serupa. tapi teman2 saya men-judge saya tidak secara langsung, melainkan menyindir lewat media sosial. hampir 2 kelas memusuhi saya. tapi kalau bertemu langsung, mereka bermuka dua.

    • sabar ya, berdoa serahkan semuanya pada tuhan, kalau kamu ikhlas kamu akan melihat tuhan memberikan yang terbaik dan membalas yang buruk,, tetap lakukan yang terbaik, buat mereka memohon bantuan sama kamu, buat mereka iri dengan nilai kamu, dan buat mereka percaya kemampuan yang kamu punya patut di hargai..

    • menurut pendapat saya, sebaiknya anda tanya kepada teman2 anda, teman teman anda maunya apa???
      kalau sudah bilang dan gak di gubris , ya mending bilang di guru bimbingan konseling atau yang bersangkutan bila anda mempunyai masalah seperti itu.. biar di selesaikan secara benar ,

  5. Menurut Ane kalo hinaannya kasar banget. Mending ajak berantem kelamaan! BIAR KALAH ATAU MENANG URUSAN BLAKANG…

  6. Mas-aku-ingin-curhat-aku-itu-gendut-asli-orang-tasikmalaya-dan-sekarang-aku-tinggal-di-malang-aku-itu-orangnya-pemalu-dan-tidak-tegas-jadi-aku-selalu-di-ejek-oleh-anak-anak-malang-aku-jadi-sakit-hati-dan-aku-udah-tinggal-dimalang-2-tahun-tapi-aku-jarang-keluar-karena-sakit-karena-diejek-terus-tiap-hari-tolong-beri-solusi

  7. teman dikelas saya kata kata nya sangat kasar,saya dan teman sebangku saya pernah dihina,namun dia merasa seperti tak bersalah saat menghina. kadang2 sampai membuat wanita nangis dan suka mengancam.kadang mudah emosi dan sering berkata kotor. bagaimana menghadapi nya?

    Lambertus said:
    Berdoalah semoga dia cepat sadar.

  8. Saya Hampir dihina2 hampir setiap hari oleh teman2 dan kakak2 kelas di sekolah,dan saya jg tdk tau kenapa mereka selalu melakukan itu,dan mereka selalu menghina dengan kalimat2 yang Menyakitkan,saya selalu mencoba untuk sabar,tetapi kadang kesabaran saya hangus karena hampir setiap hari mendengar hinaan2 yang selalu mengiang

    Lambertus said:
    Ada baiknya dikomunikasikan dengan baik, mengapa mereka suka seperti itu. Satu sisi, jadilah menjadi pribadi yang baik agar mereka tak punya alasan untuk menghina Anda lagi.

  9. di skolah sya d bully dan d hina hbis-hbisan oleh kawanku sndiri waktu smp dan wktu sma tak luput dri itu makanya sya mnganggap skolah itu sprti “neraka”

    Lambertus said:
    Bukan sekolahnya, tapi kawan-kawannya. Jangan takut untuk cari perlindungan dari guru. Karena itu hak Anda untuk menerima ilmu dengan tenang.

  10. Mbak/mas, aku punya masalah, guruku itu pernah ngehina aku dia bilang aku gak pernah diajar lah sama ortu gak diajar tata krama lah ini lah itu lah, kan sakit mbak/mas. Mbak/mas, kalau udh nyangkut tentang ortu qkh gak bisa nahan mbak/mas. Jadinya ya nangis didepan temen2 .Di Tambah lagi hinaannya sama gurh itu, gimana ya caranya supaya gak terulang lagi yg kayak gitu mbak/mas tolong dijawab ya??

    Lambertus said:
    Maaf sebelumnya. Kejadian apa sebelumnya yang membuat guru Mbak bisa sampai semarah itu? Satu sisi, saya juga tidak setuju kalau ada kata-kata kasar yang muncul dari seorang guru. Tapi saya yakin ada alasannya beliau sampai seperti itu. Pertama, Anda harus introspeksi kesalahan yang sudah dilakukan dan jangan melakukannya lagi. Kedua, Anda juga boleh menyampaikan secara empat mata perasaan sedih Anda pada beliau (atas sikapnya tadi). Semoga beliau mengerti.

  11. Bgmn cara menghadapi atasan yg senaang bilang tai anjing dan suka marah2tidak jelas ?????

    Lambertus said:
    Itu cuma kebiasaan buruk beliau. Jangan hiraukan.

  12. sewaktu saya di SD, saya selalu di hina dan dipukuli…..
    tapi sekarang saya mulai terbiasa dengan hinaan tersebut.
    walaupun sudah terbiasa, namun saya tidak ingin hidup seperti itu. bagaimana solusi agar orang tidak dihina lagi ?

    Lambertus said:
    Jangan menoleh pada hinaan orang lain. Mereka akan lelah sendiri.

  13. saya juga mempunyai pengalaman di hina dan diomngn yang jelek sama orang etah itu orang gak suka sama saya atau bagaimana tapi kayaknya kejadian ini tuh udah 2x dan mereka mwnghina pun tanpa ada bukti yang jelas kalau memang aku begitu .. bagaimana caranya agar mengatasi seperti itu ..
    saya juga udah cukup bersabar selama 1 tahun ini …. saya baru pertama kali dihina dan djelek”in oleh keluarga pacar sendiri .. yang anehnya kalau mereka sebelumnya memang tidak suka dengan saya harusnya mah dibicrakan baik_baik dengan saya .. mungkin saya juga bissa mengerti ..
    solusi yang terbaik tuh bagaimana sih … saya memnag tidak mudah putus asa sampai dsini mungkin aku juga harus bnyak intopeksi diri dan saya akan buktikan bahwa saya tidak pernah sprti itu apa yang mereka jelek”an ke saya .. saya bener” sakit hati gak tau hrus sprti apa …
    sayav mohon untuk minta saran dan solusi yang terbaik kayak gimana …..
    capeee gan saya gan gini trus …
    terima kasih ,.,,

    Lambertus said:
    Itu… komunikasi adalah cara yang paling baik untuk segera memperbaiki suasana yang tidak menyenangkan itu. Namun, lakukan dengan anggun dalam komunikasi. Karena tujuannya adalah untuk menyelesaikan masalah, bukan memperkeruh.

  14. hari ini hati sya lgi sakit mbak..
    Sya d fitnah sma shbat sya(shbt cewek)..Trus dy mngadu pd tmen cwok yg dkat jga sma dy..Tiba” tmen cwok sya i2 sms sya dg kata” yg tidk pantas,dy jga menghina” saya..
    Pdhal tmen cwok sya i2 tdk thu mslah sbnarnya & dy tdk mw mndengarkn pnjelasan saya,dy cuma mndengar shbat cwek sya i2..

    Skrang ap yg harus sya lakukan ,sya bingung sekali mbak..

    Tlong d blas ya mbak

    Lambertus said:
    Lho, kenapa pasangannya seperti itu? Seharusnya harus mendengar dari sisi Mbak Nia juga. Saya juga cowok, dan kelakuan pasangan Mbak Nia itu nggak cowok banget (maaf ya). Maaf kalau ikut campur. Tapi menurut saya masih banyak yang lebih baik dari dia.

  15. mbak,kalo aku punya kasus yang cukup parah.
    Aku di kampus sering diejek dan gak pernah dianggap.sampai gak ada yang mau jadi temenku.padahal aku disini jauh dari rumah.
    Aku dikampus seperti orang asing.
    Aku tiap kali diejek aku hanya bisa diam saja.
    Sabar…sabar…itu yg slalu aku ucapkan.
    Kadang pula aku ingin menangis karena gak cuma di kampus tp ibuku jg gak suka padaku,padahal aku gak pernah berbuat salah sama mereka.atau karna aku orang yg miskin,jelek..diskriminasi ini membuat aku terganggu.aku ingin bilang ke mereka semua,apa salahku sehingga kalian harus berbuat seburuk itu padaku.
    Tapi aku harus bertahan demi lulus dari kampus dan bisa kerja buat bisa menyekolahkan adikku.
    Lalu,aku sekarang harus gimana bersikap diam terus seperti batu atau memberontak dg menghadapi semua perkataan mereka?

    Lambertus said:
    Hai, Sobat. Sebelumnya salam dan doa dari saya untuk Anda agar selalu dikuatkan dan mendapat perlindungan dari Tuhan.
    Saya sangat salut dengan tekad Anda untuk menyekolahkan adik dan bagaimana cara Anda untuk terus bersabar menghadapi lingkungan yang diskriminatif tersebut. Anda sudah berada di jalan yang benar dan ini memang suatu tantangan yang berat. Jika Anda bisa melewati semua ini, Anda akan mendapatkan sebuah kemenangan yang besar. Jangan pernah melawan ibu, karena sesungguhnya ibu pun selalu berdoa yang terbaik buatmu. Berontak bukan pilihan yang baik, karena itu hanya akan membuktikan kalau Anda adalah memang seperti yang mereka katakan. Melangkahlah dengan anggun menuju pribadi yang semakin baik setiap hari. Suatu saat mereka akan mengerti.

  16. kaaak. gimana sih caranya ngehadepin teman sekelas yg labil dan nggak konsisten sekali soal masalah kelas. saya selalu dikucilkan dan diasingkan. padahal ketika mereka dalam kesusahan saya selalu berusaha membantu mereka. tapi apa balasannya? mereka jahat-_-

    Lambertus said:
    Hai, Delviana. Sudah coba komunikasikan dengan wali kelas? Sekali-kali coba sharing juga supaya beliau bisa ikut bantu. Kalau dari saya, sebenarnya jangan harapkan balasan untuk setiap kebaikan yang Delviana lakukan. Lakukan dengan kepercayaan bahwa nanti Tuhan sendiri yang akan menunjukkan balasannya. Begitu juga dengan teman-temanmu yang “menyebalkan” itu, biarlah mereka akan merasakan sendiri akibat dari perbuatan mereka.

  17. memang sangat menyakitkan dihina-hina….tapi aku berusaha sabar..sabar..sabar…kadang2 kl hti lg menemukan keikhlasan meski diperlakukan dan dihina2 muncul pemikiran:bahwa mereka adalah penggemar yg menghabiskan waktu hny untuk mencari kekurangan dan kesalahanku

    Lambertus said:
    That’s a really good point. Orang yang menghina itu sebenarnya mereka yang rela menghabiskan waktunya untuk memikirkan (mencari-cari kejelekan) kita.

  18. kakak,gimana sih caranya ngadepin orang yang, suka ngejekin,suka menghina fisik,mencemeeh,dan merendahkan orang lain itu juga suka menggosipin orang,padahal dia itu cowok kak. saaya sudah buktikan kalau saya lebih baik dari mereka,lewat prestasi belajar saya,dan lain lain,yang menunjukkan bahwa saya lebih baik dari dia,sudah saya lakukan semua cara yang kakak tulis kan (yang mendoakan belum sih),tapi mereka tidak berhenti jga meremehkan saya,apalagi semenjak saya masuk ke club dance,mereka semakin menjadi jadi meremehkan saya,karena muka saya tidak pantas masuk club itu,padahal saya sudah diseleksi dan punya potensi di bidang tersebut. Apa yang harus saya lakukan menghadapi orang semacam ini kak? tolong jga advicenya yakaa

    Lambertus said:
    Hai, Dian. Saya sangat salut dengan usaha Dian untuk membuktikan diri dan berhasil sampai saat ini. Terkadang memang ada orang yang tidak suka melihat keberhasilan orang lain. Mereka merasa dirinya lebih baik dari kita dan tidak mau mengakui diri kita. Let them go, let it flow. Biarkan mereka dengan kebencian mereka, dan Dian tetaplah fokus pada pengembangan kebaikan diri. Karena saya yakin, pasti banyak orang lain yang mendukung Dian. Fokuslah untuk membahagiakan mereka, dan jangan terlalu memusingkan mereka yang tidak mempedulikanmu.

    • klo sya sih pertama introspeksi diri aja, apa memang kita salah apa engga (entah itu tingkah kita atau yang lain), kalo kaga sih mungkin mereka itu iri sama kamu, banyak orang yang suka menertawakan orang lain..
      ehh giliran disuruh melakukan hal yang sama malah ga bisa, ga brani, bahkan lebih buruk, alias ga mampu
      tetep PD aja

      Lambertus said:
      Kadang orang lain mengejek orang lain karena mereka tidak mampu menghadapi kekurangan diri mereka sendiri. Oleh karena itu, kita tidak perlu membalas. Karena mereka sudah cukup tersakiti dengan diri mereka sendiri.

    • kalo aku sih, coba introspeksi diri dulu aja, apakah selama ini kelakuan kita udah bener apa belom, coba hadapi orang2 itu dengan baik atau kalau berani tanyain aja langsung apa kita ada salah sama mereka?
      nah kalo gitu juga masih ga mempan, brati mereka mungkin cuman iri aja sama kamu.. banyak orang yang suka menghina2kan, menghina, dll, padahal mereka jika disuruh melakukan hal yg kita lakukan ga bisa/ga mampu
      yg penting tetep PD dan jalan terus aja, selalu akan ada cobaan untuk mencapai keberhasilan

      Lambertus said:
      Saya juga sangat setuju dengan Mas Aprilianto

  19. mbah… aku setiap hari selalu tegar untuk setiap dihina oleh temanku aku mencoba untuk kuat tapi tidak bisa lagi aku setiap hari sakit hati karna terus dihina aku pingin hidupku bahagia seperti orang orang di sekitar ku gimana cara menghilankan hinaan tanpa setiap hari aku di hina aku pingin curhat ke artikel ini karna aku gk pingin di hini aku pingin seperti teman teman ku yang biasanya?

    Lambertus said:
    Kalau begitu, sampaikan kepada mereka yang menghinamu kalau kamu merasa keberatan mereka perlakukan seperti itu. Namanya juga nggak ada manusia yang sempurna. Kalau mereka dihina balik, mereka pasti juga nggak mau.

  20. mba,,,saya sering dihina,,dan sering juga sakit hati,,,memang lama hilangnya,tapi selalu mencoba tegar dihadapannya plus mmbuktikan kita tidak seperti apa yang dikatakannya.nyatanya itu bisa menjadi tiket masuk VVIP rezeki dalam hidup kita,,,,,telen aja,,,toh hidup ga selamanya,

    Lambertus said:
    Pemikiran yang bagus.

  21. . Saya tetap sabar, saya anggap ittu sebagai angin lewat iiank menerpa saya,, saya tes seberapa kuat dia menghina saya..

    Lambertus said:
    Bisa jadi, bisa jadi.

    • gimana cara ngadepin orang yang memanggil kita dengan kata tidak sopan?

      Lambertus said:
      Jangan pedulikan. Jangan menyahut kalau dipanggil seperti itu.

      • yaaa,kita liat aja..mereka pun belum tentu ko lebih baik dari kita….buktinya yang menghina saya,,,malah kehidupannya jauh dibawah saya,,,karirnya,,,keluarganya,,rezekinya,,,jodohnya,,,jadiiiiiiii ??????

        Lambertus said:
        :D

  22. . Saya pernah merasakan seperti itu,, sampai sekarang dia menghina saya karena kekurangan saya, tapii saya diam saja

    Lambertus said:
    Tidak semua hinaan perlu ditanggapi.

  23. segala hinaan harus diterima dengan pikiran yang positif, dan banyak2 introspeksi,gak akan ada asap kalo gak ada api,tidak ada salahnya kita selalu berintrospeksi menyadari kekurangan kita ataupun kesalahn kita, terkadang apa yang kita anggap benar belum tentu benar dimata orang lain, maka lebih bijaklah apapun yang datang menimpa kita,hinaan,caci maki,kritikan bahkan pujian. Diam dan selalu menunjukkan sikap dan tutur kata yang baik, akhlak dan budi pekerti yang baik, maka orang akan tidak mudah menghina kita, lebih berahati2 dalam bersikap dan bertingkah laku, dan selalu bersabar dalam menghadapi apa yg menimpa kita baik itu susah maupun senang. karena dibalik apa yang menimpa kita tidak lepas dari Kuasa Allah. Semoga sahabat semua lebih bisa bersabar dan selalu berpikiran positif , serahkan pada Allah SWT karena Allah tidak tidur. siapa yang menanam dia yang akan menuai maka selalu tanamkan kebaikan agar kita menuai kebaikan juga.

    Lambertus said:
    Amin.

    • y mba bener bgt……daun jatuh aja ud di atur sama allah,,,apalagi takdir para hambanya,,,,,semakin tinggi derajat yang allah berikan akan semakin kencang angin menerpa….shiungggggg

      Lambertus said:
      :D

  24. Mas kalo kita dihina atau orang lain menjatuhkan kita, dan kita hanya menerima saja bukan kah ini sebenarnya membohongi diri kita sendiri, sebenarnya kita tidak akan pernah kuat dengan yang namanya hinaan. Jka kita menerima hinaan itu, kita biasanya dalam keadaan terpojok jan salah. Kalo ane setuju bahwa ejekan itu seni dan hadapilah dengan seni juga bro.

    Lambertus said:
    Well, tidak semua hinaan patut diterima lho ya. Hanya kita harus lebih berhati-hati dalam menanggapi hinaan agar apa yang terjadi tidak semakin parah. Saya juga setuju bahwa menghadapi hinaan itu termasuk seni. Please read my post Mengikuti Arah Tamparan. Satu ide dengan tulisan bro johan. :) Terima kasih kunjungannya.

  25. sebelumnya saya dihina & ditekan terus karena masalah sepele,
    si penghina mengumpat saya tapi saya hina dengan umpatan juga,dia malah tidak terima dan mengadukan ke kepala genk,bonyoklah saya,,,,tapi saya sadar setelah baca artikel ini,saya simpulkan hinaan hanyalah sebuah kritikan pedas yang membangun,thanks artikelnya :D

    Lambertus said:
    Sebenarnya tidak semua hinaan itu adalah kritikan. Kadang hinaan itu hanyalah kata-kata kosong yang tidak ada gunanya. Semoga bisa membedakan, mana yang berguna bagi kita dan mana yang tidak perlu dihiraukan.

  26. Sekarang ini dihina dan direndahkan itu bersyukur, karena banyaklah orang yang menyanjung dan penjilat demi keuntungan pribadi agar kesalahannya tidak nampak, yang berani menegakan kejujuran ya,,,,, selalu ditekan n dihina.

    Lambertus said:
    Jadi semacam tolok ukur ya? :D

  27. Saya Terharu dan Tersedu-sedu Saat Membaca Artikel Ini..Dimana Pribadi Saya Dikata-katain, Mulai dari Fisik Saya, Cara Berpenampilan Saya, dan Lain2 oleh Si penghina yg Blm Pernh Ketemu Dg Saya..Penghina juga Mengumpat dan Melebih-lebihkan Serta Men-Share nya di Jejaring Sosial..Astagfirullohalladzim…
    Ingin Rasanya Membalas Rasa Sakit Hati Saya, Ingin Pula Melakukan Sewrangan Balik Menghinanya…
    Saya Sakitt, Nyeseekk Bgt di Dada :'(

    Lambertus said:
    Yah, semoga setiap perilaku mendapat balasan dari Tuhan. Yang sabar y.

  28. saya juga pernah yang namanya dihina,,dan saya merasaka apa yang diakatakatan mereka pada saya,
    namun semua itu, tidak membuat saya pesimis malah sebaliknya intropeksi diri dan meninggalkan hal uruk tsb

    Lambertus said:
    That’s a good of you. Keren.

  29. saya belum tahan, hehe.. Tapi yasudahlah, orang hina saya berarti ia memperhatikan saya dan ingin saya berubah. :D

    Lambertus said:
    Ya, mereka yang lebih memperhatikan kita daripada kita sendiri.

    • sama saya juga,,,,v difikir-vikir sharing di internet ternyata lbh ampuh ngilangin sakitnya,,,,,,setidaknya g parah parah amat sakitnya

      Lambertus said:
      Itu menunjukkan kalau manusia ga bisa hidup sendiri.

  30. saya juga mengalaminya, padahal yang menghina saya juga seperti yang dihinakan padaku, dan yang dihinakan padaku malah sebenarnya tidak terjadi padaku. tapi aku tidak membalasnya… sebenarnya setiap dia menghinaku, aku jengkel sekali serasa ingin menghina balik. Tapi aku pikir-pikir hal semacam itu malah nanti jadi runyam dan berkepanjangan jadi aku biarkan saja meskipun dihati masih ada rasa jengkel…..trmksh ya artikelnya

    Lambertus said:
    Keputusan yang tepat untuk tidak menghiraukan hinaan itu. Terima kasih atas kunjungannya.

  31. Saya mau bertanya,,
    jika 0rg tersebut menghina saya dengan berkata bahwa saya adaLah seorang wanita tak benar(lonte) apa yang harus saya lakukan?? Padahal hal tersebut tidak benar,,, ?

    Lambertus said:
    Menurut saya itu termasuk orang yang asal saja. Tidak perlu dihiraukan. Selama kita tidak salah…

  32. *MEWEK* Kakak… tulisannnya… ini…. GUEEEE BANGEEEET!!
    Saya sering banget dihina, dari mental dan fisik juga, secara langsung atau bahkan dengan prilaku mereka terhadap saya. Saya sempat down berat, sempat juga kepikiran pindah sekolah. Tapi saya sadar, kalau lari dari mereka nggak menyelesaikan masalah. Saya memang harus membuktikan pada mereka… begini-begini, Benedikta itu punya talenta!! kwkwkw, well, sekarang hinaan itu tak begitu berpengaruh pada saya.

    Terimakasih atas tulisannya ya Kak, ^^

    Lambertus said:
    Pengalaman itu menjadikan kita pribadi yang lebih kuat. Kalau berhasil melewatinya, kita akan menjadi pribadi yang lebih matang. Selamat ^^

  33. tapi kalau hinaannya seperti menghina fisik dan dihina lebih dari satu orang bagaimana cara menghadapinya?

    Lambertus said:
    Saya juga pernah seperti itu. Kalau saya sih menerima keadaan diri sendiri saja. Dengan menerima diri sendiri, kita juga menerima apa yang sudah Tuhan ciptakan ini. Yang saya yakini, tidak ada yang buruk dari ciptaan Tuhan. Omongan orang? Ada beberapa hal yang tidak perlu didengarkan. Mereka hanya asal njeplak kok.

      • orang yang suka njeplak anggap saja waung…yang suka menggonggong…he he… kita jangan dekat-dekat….nanti digigit….jaga jarak saja sama orang yang suka jeplak…bos…

        Lambertus said:
        Kita memang harus berhati-hati saat bergaul

  34. Tapi bagaimana jika hinaan itu bukan hanya kata bodoh,seperti dasar miskin,jelek,kampungan. . ?trus ap yg hrus di buktikan kpd pnhina.

    Lambertus said:
    Terkadang untuk menghadapi hinaan, kita tidak harus membuktikan sesuatu. Tapi mengikuti arah hinaan itu. Sepertinya ini adalah topik yang bagus untuk saya angkat menjadi tulisan berikutnya tentang hinaan. Terima kasih pertanyaannya.

  35. benar jg ya..
    Kalau ada yg menyambuk , mungkin memang ada yg kurang dr diri kita..
    Tp kalau di fitnah mnrt pndapat mba hrs bagaimana menyikapinya?

    Lambertus said:
    Bagi saya, menghadapi sebuah fitnah itu harus lebih hati-hati daripada menghadapi hinaan. Salah bersikap, kita menjadi kelihatan lebih buruk daripada sebelumnya. Istilahnya, kayak laptop kena virus Sality, bisa menyebar kemana-mana.
    Untuk menghadapinya, sebenarnya hampir sama dengan menghadapi hinaan, yaitu membuktikan kalau fitnah itu tidak benar. Perlu juga dicari penyebabnya, mengapa fitnah itu sampai muncul. Kalau memang itu berasal dari kesalahan kita sendiri, ya berbenah. Kalau itu kesalahan orang lain, bicarakan baik-baik dengan orang tersebut. Coba cari juga dukungan dari orang sekitar yang sepaham denganmu. Terkadang fitnah terasa berat, sehingga tidak kuat untuk ditanggung sendiri.
    Mungkin ini bukan jawaban terbaik. Suatu saat saya juga akan mencoba untuk memaknai peristiwa fitnah ini. Terima kasih atas pertanyaannya.

  36. Hm hmm… dendam positif… baru dengar, dan kayaknya menarik. :mrgreen:

    Lambertus said:
    Mbak Asma Nadia yang memperkenalkannya padaku Sop. Istilah yang bagus memang. Dendam positif.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s