Kau Tak Sebanding dengan Yang Lain

Kembar adalah fenomena unik yang ada di sekitar kita. Terdapat dua atau lebih orang dengan kesamaan tertentu. Ada yang benar-benar kembar sampai orang sulit membedakan satu sama lain. Ada juga yang ‘kembar tapi beda’, di mana istilah kembar didapatkan karena waktu kelahiran yang hampir sama. Namun, manusia sering mencari perbedaan pada sesuatu yang sama, atau mencari persamaan dari sesuatu yang berbeda.

Mungkin untuk kepuasan semata, seseorang mencari sesuatu yang sama antara dirinya dengan orang lain. Apakah suaranya seperti penyiar radio A? Apakah wajahnya mirip artis B? Atau apakah namanya mirip dengan pengusaha C? Setiap orang akan bangga kalau memiliki sebuah kemiripan dengan orang yang terkenal dan baik. Namun, sebaliknya orang akan amat sangat menolak kalau punya kemiripan dengan orang bereputasi buruk, seperti narapidana, koruptor, atau artis yang punya kasus hukum.

Selain mencari kesamaan tingkat, orang juga suka mencari perbedaan tingkat dengan orang lain. Siapa yang bisa mendapatkan baju paling murah di toko baju obral? Siapa yang bisa lulus kuliah dengan hasil terbaik? Siapa yang bisa mendapatkan pacar paling cakep? Siapa yang bisa menjadi lebih dibandingkan yang lain? Orang yang berjiwa kompetitif akan sangat senang jika bisa menjadi lebih baik daripada yang lain, kalau bisa menjadi terbaik dari yang terbaik.

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan aksi membanding-bandingkan tersebut. Akan tetapi, jika hal tersebut memberikan pengaruh yang buruk pada kita atau orang lain, baik secara sengaja ataupun tidak, maka hentikanlah.

Pada dasarnya, setiap manusia yang hidup adalah manusia yang terbaik. Berasal dari benih terbaik ayah dan ibu, maka jadilah kita seperti sekarang ini dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.

Tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karenanya, setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri. Jika kita kuat di pelajaran eksak dan lemah di pelajaran bahasa, maka akan ada teman kita yang memiliki kemampuan sebaliknya.

Memandang seseorang lebih rendah dari kita adalah tindakan yang gegabah. Ketidakmampuan seseorang dalam satu hal hanyalah sebuah konteks kecil. Untuk konteks lainnya, bisa jadi dia jauh lebih baik. Dan ketika kita mendapati sebuah momen dimana dia bisa membuktikan kemampuannya, kita akan malu karena telah merendahkannya. Jadi, janganlah merendahkan orang lain.

Kawan,
Karena kita tercipta sebagai makhluk yang unik, akuilah kalau kita memang berbeda. Karena kita tercipta sebagai sesama manusia, akuilah kalau kita semua sama. Kita memang tidak sebanding dengan siapa pun. Karena hal tersebut sudah pasti, maka berhentilah membanding-bandingkan. Terimalah dirimu apa adanya dan jadilah bangga karenanya.

Apakah Anda termasuk orang yang suka membanding-bandingkan?

Iklan

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s