Mengakui Kesalahan

Setiap manusia di dunia
Pasti punya kesalahan
Tapi hanya yang pemberani
Yang mau mengakui

(cuplikan lagu “Persahabatan” oleh Sherina M.)

Ada yang bilang bahwa manusia adalah tempat salah dan lupa. Manusia berbuat dosa adalah hal yang wajar dan memang sudah seperti itu adanya sejak pertama kali manusia diciptakan. Namun, juga tidak dibenarkan jika dosa tersebut dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja. Dosa tetaplah dosa.

Pernahkah kita menghitung berapa dosa yang telah kita lakukan dalam satu hari? Mungkin kita jauh dari dosa-dosa yang sangat kentara, seperti membunuh, berzinah, dan sebagainya. Namun, dosa-dosa kecil? Kemungkinan kita terlalu terbiasa menghadapinya sehingga lupa bahwa itu juga dosa. Menghina orang lain, bergunjing, berbohong, menyakiti hati orang lain, dan sebagainya. Jadi jika ada pertanyaan, siapakah di antara kita yang tidak punya dosa? Bisakah kita menjawab?

Menyesali itu semua, niatan untuk mengakui kesalahan adalah sebuah awal yang baik. Namun, langkah berikutnya mungkin tidak selalu mudah, yaitu meminta maaf kepada orang yang sudah kita sakiti. Bagi kita yang ingin meminta maaf, ada kecemasan yang biasanya menghampiri. Apakah dia mau memaafkan aku? Bagaimana kalau dia marah? Aku takut menghadapi kemarahannya. Dia pasti sangat sedih. Nah lo.

Apa yang harus dilakukan? Bagi kalian yang sedang ingin meminta maaf kepada seseorang, tapi gundah dan galau karena takut, coba cek beberapa pesan di bawah ini:

Pertama, kalian memang salah dan artinya harus berani menghadapi apapun risikonya, termasuk dimarahi. Jadikan ini pelajaran agar kalian tidak melakukannya lagi.

Kedua, sekali lagi, niat untuk meminta maaf saja sudah baik, jadi mengapa harus takut kalau kalian mau melakukan hal baik (baca: meminta maaf). Karena ini akan baik untuk dia dan kalian sendiri. Baik untuk dia: Mungkin awalnya dia akan marah, tapi dia akan lebih senang karena kalian minta maaf. Justru dia akan benci kalau melihat kalian salah tapi pura-pura tak berdosa. Baik untuk kalian sendiri: Dengan meminta maaf kalian akan lebih plong dari perasaan bersalah. Kalau dia tidak mau memaafkan, itu sudah risiko, tapi paling tidak kalian sudah berniat baik mau minta maaf.

Ketiga, berlama-lama dalam perasaan bersalah akan menyiksa diri kalian sendiri. Jadi lakukan secepat mungkin dan move on jadi pribadi yang lebih baik.

Keempat, merasa bahwa meminta maaf adalah hal yang sulit? Maka lakukanlah. Kalian sangat luar biasa karena sudah berhasil melakukan yang sulit itu. Kalian adalah seorang pemberani.

Iklan

2 thoughts on “Mengakui Kesalahan

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s