Keseimbangan

Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, apakah di dunia ini ada orang yang seluruh hidupnya diwarnai kebahagiaan sejak lahir hingga matinya? Tak pernah kesulitan. Tak pernah bermasalah. Semua yang dijalaninya terasa begitu mudah dan menyenangkan. Apakah ada orang seperti itu? Pun sebaliknya, apakah ada orang yang susah sepanjang hidupnya. Tak pernah ada kebahagiaan. Tak pernah ada sesuatu yang melegakan hatinya.

Tak pernah kita mendapatkan jawabannya. Mungkin tidak ada, mungkin memang ada. Namun sejauh saya mengenal orang-orang di sekitar saya,  saat ini belum ada yang memiliki kehidupan seratus persen bahagia atau seratus persen susah. Kita mengenal seorang teman yang waktu sekolahnya sering sekali bermasalah dengan guru, ternyata ketika dewasa dia jadi pengusaha sukses. Pernah kita mengenal dan mengidolakan teman yang selalu rangking satu di kelas, ternyata dia terperangkap dalam lingkaran orang yang belum mendapatkan pekerjaan. Seorang yang kita kenal sangat kaya dulunya, kini harus banting tulang kerja dan cari pinjaman sana-sini untuk biaya hidup. Seorang yang kita kenal selalu menyempatkan diri bekerja sepulang sekolah, kini dikenal oleh banyak orang di seluruh penjuru Indonesia. Atau contoh yang lebih sederhana, hari ini teman kita nangis-nangis karena diputus pacarnya, besok dia tertawa-tawa karena menang sebuah kompetisi. Hari ini ada orang yang asyik menertawakan kehidupan, beberapa jam kemudian dia sudah terlepas dari kehidupannya sendiri.

Itulah kehidupan. Saya tidak tahu namanya, apakah nasib, apakah takdir. Kehidupan ini sendiri adalah sebuah misteri yang tak pernah kita ketahui alur ceritanya. Ada Yang Maha Mengatur kehidupan ini yang tak pernah kita ketahui maksud dan tujuannya. Manusia tak pernah memiliki kemampuan untuk tahu rahasia di balik sebuah peristiwa. Kita hanya berusaha untuk mengerti dan berpikir positif bahwa akan ada sebuah kebaikan yang dipersiapkan bagi diri kita di balik sesuatu yang menghadang.

Ada yang bilang hidup itu seperti roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah. Saya setuju, tapi saya juga punya perumpamaan lain. Hidup itu seperti timbangan yang sedang mencari keseimbangan. Katakanlah kebahagiaan berada di lengan kanan dan kesusahan berada di lengan kiri. Silih berganti lengan kanan dan kiri memberikan beban untuk menemukan titik seimbang. Cukup susah untuk menemukan kesetaraan yang tepat sama. Akan selalu ada kecondongan-kecondongan kecil, baik pada lengan kanan maupun kiri. Itulah yang terjadi dalam hidup. Ketika sebuah timbangan terlalu condong ke kanan, selanjutnya akan ada sesuatu yang membuat timbangan itu condong ke kiri. Kemudian kita merasa timbangan itu terlalu condong ke kiri, maka selanjutnya akan ada sesuatu yang membuatnya condong ke kanan. Begitu seterusnya.

Kawan,
Hal ini memberikan kita arti kesadaran dalam hidup. Sadar bahwa tak selamanya kita bahagia. Sadar bahwa tak selamanya kita susah. Sadar bahwa kita harus bersiap diri menghadapi kesusahan. Sadar bahwa kita masih punya harapan. Sadar bahwa kita tak boleh sombong untuk kebahagiaan yang ada. Sadar bahwa kita tak boleh menyerah untuk kesusahan yang melanda.

Apakah Anda juga merasakan jungkat-jungkit di kehidupan Anda?

Iklan

One comment

  1. jungkat jungkit kehidupan pasti terasa bro, tapi dengan sadar saya memilih pikiran-pikiran menyenangkan. Nothing is more important than that i feel good

    😀

    Lambertus said:
    I agree with that 😀

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s