[AIR] Bisa di Atas, Bisa di Bawah

Pembaca sekalian mengenal siklus, bukan? Ya, serangkaian proses yang berputar dan berulang ini juga terdapat pada air. Di dalam siklus ini, air mengalami perubahan wujud di berbagai tempat yang berbeda di bumi ini. Air bisa di lautan, di bawah tanah, di danau, di mata air, di awan, di titik-titik hujan, di embun, di udara, bahkan di dalam tubuh kita. Ya, air ada di mana saja. Air bisa berada di atas atau di bawah. Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini?

Melihat siklus air ini, kita diingatkan kembali pada sebuah gambaran bahwa kehidupan itu seperti roda yang berputar. Ada saatnya berada di atas, juga di bawah. Ada saatnya berada di atas awan atau juga jauh di dalam tanah. Sebuah misteri kuasa Tuhan pada kehidupan manusia akan berbagai rejeki dan cobaan yang datang.

Kapankah kehidupan kita dikatakan berada di atas atau di bawah?

Jika diartikan secara ekstrim, di atas itu sama seperti masa kejayaan. Sebaliknya, di bawah itu sama seperti masa kehancuran. Kehidupan kita berada di atas ketika kita merasakan lebih banyak kebahagiaan daripada kesedihan, dan begitu juga sebaliknya. Kalau dimisalkan sebuah perusahaan, posisi di atas ini adalah ketika perusahaan mendapatkan banyak keberhasilan atau kesuksesan. Sebaliknya, posisi di bawah ini adalah ketika perusahaan merugi atau bangkrut dan tutup.

Mengapa bisa seperti itu? Kadang di atas, kadang di bawah

Perubahan yang terjadi pada air dan menyebabkan siklus ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama suhu. Pun pada kehidupan kita, faktor ini adalah berbagai musibah dan rejeki yang datang silih berganti.

Namun, ada hal yang lebih penting daripada sekadar mengharapkan rejeki dan menolak musibah, yaitu bagaimana kita menyikapi kedua hal tersebut. Bagaimana cara kita menyikapinya akan menentukan seberapa lama kita bertahan dalam posisi yang disebabkan oleh musibah dan rejeki itu. Jika kita semena-mena dengan rejeki melimpah yang kita dapatkan, bisa saja rejeki itu adalah puncak yang sementara dan terjun bebas di belakangnya. Jika kita menghadapi musibah dengan benar, bisa jadi itu adalah titik jatuh yang membuat kita naik lagi dan bertahan lebih lama di atas.

Mengapa kita harus menyadari adanya hal ini?

Layaknya air yang tidak selamanya selalu berada di awan atau selalu di bawah tanah, kehidupan kita tidak selalu menyenangkan dan tidak selalu menyedihkan. Sering kali kita terlalu larut dalam sebuah keadaan sehingga melupakan kuasa Tuhan. Ketika bahagia, kadang kita lupa bersyukur atau ingat dengan orang-orang yang kurang beruntung daripada kita, atau lebih buruk lagi menyombongkan diri. Sebaliknya ketika sedih, kadang kita merasa menjadi orang paling susah di dunia, lupa memohon kekuatan dari Tuhan untuk berusaha keluar dari kesusahan, atau lebih buruk lagi menyalahkan orang lain.

Kita perlu selalu mengingat perubahan kehidupan ini agar kita tidak lupa diri. Mengingat yang ada di bawah ketika berada di atas akan menghindarkan kita dari kesombongan dan bertindak seenaknya. Begitu juga ketika sedang berada di bawah, kita perlu memandang ke atas agar tidak larut dalam keterpurukan, karena harapan akan selalu ada dan mendorong kita untuk bergerak mencapainya. Jika memang kehidupan itu layaknya siklus air dan roda, maka usahakanlah berada lama di atas. Jika jatuh, cepat-cepatlah kembali ke atas.

: Apa yang bisa Anda pelajari dari AIR?
: menguap karena matahari, ditampung di awan, lalu menjadi hujan, mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.. ketika sudah berada di tempat yang tinggi, kita tetap tak bisa lupa terhadap yang di bawah. Hidup itu bisa seperti rotasi sama halnya dengan roda. Kadang bisa di atas, kadang bisa di bawah. Air pun seperti itu. 🙂

Iklan

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s