[BATU] Berguna a la Batu Bata

Batu bata adalah salah satu bahan material yang sudah biasa digunakan untuk mendirikan bangunan. Bersama dengan material lainnya, batu bata memiliki peran penting membentuk dan menjaga kekokohan bangunan. Selama masih ada bangunan yang didirikan, industri pembuatan batu bata akan terus diperlukan.

Seperti yang kita ketahui, batu bata adalah buatan manusia. Batu ini memiliki bahan dasar lumpur. Setelah melalui proses pengolahan, lumpur yang lembek itu berubah menjadi sebuah batu yang keras dan kuat sehingga memiliki manfaat dan nilai lebih. Nah, apa yang bisa kita pelajari dari batu bata ini?

Kita bisa perhatikan bagaimana usaha yang dilakukan menjadi sesuatu yang tidak berguna menjadi lebih berguna bagi orang banyak. Tidak banyak orang yang membutuhkan lumpur, tapi setelah lumpur itu diubah menjadi batu bata, orang menggunakannya jika akan membangun rumah. Ini adalah bagaimana kita menjadikan diri kita lebih bermanfaat bagi orang lain.

Mengapa harus bermanfaat?

Karena apa lagi yang menjadi tujuan kita di dunia ini kalau bukan menjadi orang yang berguna? Dengan menjadi bermanfaat, itu artinya kita sudah mensyukuri yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kita tidak menyia-nyiakan yang sudah Tuhan jadikan pada diri kita. Dengan menjadi bermanfaat, kita sudah meringankan beban orang lain.

Apa maksud lumpur dan batu bata tadi?

Itulah kita. Orang yang tidak berguna itu ibarat lumpur. Lembek, lengket, bikin kotor. Apa yang bisa kita lakukan dengan lumpur? Sementara itu, orang yang berguna ibaratnya batu bata. Lebih kuat, lebih kokoh. Banyak yang mencari, banyak yang membutuhkan.

Kita juga dapat umpamakan lumpur dan batu bata ini sebagai pribadi kita. Kita bisa lihat bahwa orang yang berkepribadian kuat itu banyak dicari daripada orang yang lembek.

Bagaimana menjadi pribadi yang kuat?

Untuk menjadi pribadi yang kuat, tentunya perlu melalui proses dalam kehidupan, sama halnya dengan memproses lumpur menjadi batu bata. Berbagai masalah yang datang adalah proses yang menjadikan kita lebih kuat dan berpengalaman. Dengan melewati masalah ini, kita melewati satu tahap dan menjadikan pribadi kita lebih kuat daripada sebelumnya. Kesabaran, ketekunan, keikhlasan, kerja keras, dan hal-hal baik lainnya akan terus terasah seiring berjalannya kehidupan kita. Tidak mudah memang, tapi jika kita berusaha, tidak bermalas-malasan, dan melaluinya dengan cara yang benar, maka semua itu akan membuahkan hasil yang baik.

Tapi kalau dipikir lagi, satu batu bata saja tidak cukup kan untuk membuat bangunan?

Nah, itu benar. Tapi paling tidak, dengan menjadi sebuah batu bata yang dibutuhkan, kita bisa menjadi sebuah sistem menuju kebaikan bersama dengan para batu bata lainnya, pasir, semen, dan material lainnya.

3 thoughts on “[BATU] Berguna a la Batu Bata

  1. kerja menjadi batu bata adalah kerja berat. kerja tersebut adalah kerja dalam (atau kerja pikiran dan hati). kadang kerja tersebut menuntut diri untuk kehilangan otentisitas diri seperti harus tunduk dengan kemauan orang banyak dengan menjadi batu bata seperti yang orang banyak harapkan. tentu saja jika demikian saya pikir bukanlah batu bata yang baik karena kehilangan subjektivitas dirinya.😀

    Lambertus said:
    Kalau kita melihat batu bata sebagai sebuah hasil cetakan (melihat kebutuhan orang), ya benar juga sih. Kesannya kita tidak menjadi diri sendiri/tidak punya ciri khas dibandingkan dengan orang lain. Cuman yang jadi perhatian saya di sini adalah minimal kita seperti itu daripada tidak berguna sama sekali.😀

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s