Biasa di Mata Kita, Tidak Biasa Bagi Orang Lain

Kita memiliki hak untuk mengutarakan gagasan yang muncul di otak kita, juga untukย memendamย atau melupakannya. Tentu kita memiliki alasan mengapa harus mengutarakan, memendam, atau justru melupakan saja gagasan itu. Namun, bagaimana pun juga, sebaiknya kita tidak meremehkan begitu saja setiap ide sederhana yang muncul di kepala kita.

Ide atau gagasan adalah salah satu bentuk rahmat yang diberikan Tuhan kepada manusia. Ibarat bibit, sebuah ide bisa tumbuh dan menjadi besar ketika seseorang benar-benar melakukan aksi akan hal tersebut. Sebaliknya, ide juga bisa menjadi sekadar bibit, kering, dan mati. Hal itu terjadi jika kita mendiamkannya begitu saja.

Tidak ingin membuang ide begitu saja. Namun, terkadang memutuskan untuk menyampaikan ide itu saja sudah menjadi dilema di pikiran kita. Beberapa pertanyaan akan bermunculan. Apakah ini sebuah gagasan yang bagus? Apakah ide ini berguna bagi orang lain? Tidakkah ide ini terlalu sederhana? Apa kata orang kalau sampai saya memunculkan ide ini? Dan pertanyaan lainnya yang memiliki sudut pandang yang sama, yaitu ‘ide kita tidak cukup baik’.

Benarkah demikian?

Sering kali orang tidak percaya diri dengan setiap ide yang muncul dari kepalanya masing-masing. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki standar, sehingga secara tidak sadar, ide yang muncul akan mengalami penilaian dan pertimbangan berdasarkan pada standar diri ini.

Orang sering lupa bahwa penilaian tersebut masih berada dalam skala diri sendiri, padahal ide tersebut akan kita bawa ke dunia luar. Jadi, jika kita menyerah akan sebuah ide yang masih dalam tahap penilaian kita sendiri, sangatlah disayangkan. Ketika ide untuk dunia luar, maka biarkanlah dunia luar yang menilai kelayakannya.

Kawan,
sesuatu yang sederhana bukanlah sesuatu yang buruk. Sering orang tidak percaya diri akan idenya hanya karena itu sesuatu yang sederhana. Orang sering memandang rendah kata ‘sederhana’, menganggapnya biasa saja dan tidak spesial. Padahal puncak penghargaan sebuah ide adalah ketika hal tersebut adalah sesuatu yang sederhana, sehari-hari, tapi tidak terpikirkan oleh banyak orang.

Sempatkah terpikirkan sebuah ide hebat?

Iklan

16 thoughts on “Biasa di Mata Kita, Tidak Biasa Bagi Orang Lain

  1. Sempatkah terpikirkan sebuah ide hebat?
    Well, ide hebat yang terpikir oleh saya adalah : berkomentar di postingan hebat milik saudara Lambertus Hermawan ๐Ÿ™‚

    Lambertus said:
    Ihh terima kasih… ๐Ÿ˜ณ

  2. setuju banget dan suka dengan judulnya..
    karena memang benar yang mungkin bagi kita biasa belum tentu biasa di mata orang lain..
    karena penilaian setiap orang itu relatif, jadi yang harus dilakukan adalah tetap percaya diri untuk mewujudkan ide tersebut..

    Lambertus said:
    Betul mbak. Harus percaya diri.

  3. saya setuju judulnya.. ๐Ÿ™‚ hehe

    ide hebat? wahh.. saya merasa seringkali pernah, hanya saja tidak adanya kemampuan yang cukup untuk melanjutkannya, membuat ide berakhir menjadi benih yang kering dan mati. Sayang sekali. ๐Ÿ˜ฆ

    Lambertus said:
    Percaya nggak, Tutus? Kalau di saat yang sama, ide itu bisa saja muncul di beberapa orang yang berbeda di seluruh dunia. Tinggal siapa yang lebih dulu mewujudkannya.

  4. Idem ditto sama Ditter dan Faisal. Tapi kalau sulit mengungkapkan ide secara langsung, tuliskan saja di blog. ๐Ÿ™‚

    Lambertus said:
    Ini juga saya setuju.

  5. Saya setuju dengan isi artikel ini mas,,memang apa yang gak mungkin didunia ini jika kita tidak mencobanya dan berusaha.

    Lambertus said:
    Iya. Tidak ada yang bisa terjadi tanpa diawali sebuah usaha, sekecil apapun itu.

  6. Kesederhanaan bisa menjadi kekuatan yg luar biasa. Prinsip ini yg selama ini saya percayai, hehe….

    Lambertus said:
    Ya, itu bisa jadi salah satu kekuatan

  7. Saya yakin setiap orang pasti pernah terpikirkan ide-ide semacam itu, saya juga sama, tinggal belajar untuk berani mengeluarkan ide tersebut. Semoga kita bisa.

    Lambertus said:
    Mungkin memang perlu latihan agar kita jadi terbiasa. ๐Ÿ™‚

  8. Kalau pertanyaannya begitu, jawaban saya: pernah dan sering. Tapi bagi mereka itu dianggap aneh, dan kadang dianggap prematur. Biasanya komentator ide-ide saya itu adalah senior saya, soalnya. Dan mereka sudah pernah berpikir seperti itu.

    Lambertus said:
    Ketika yang memberikan komentar itu seorang yang lebih berpengalaman, ya terimalah itu sebagai masukan dan pengaya referensi kita. Dengan hal tersebut, kita bisa lebih menyempurnakan ide kita dan meletakkannya sebagai hal yang mungkin terjadi. Tapi kadang apa yang mustahil bagi orang lain, belum tentu mustahil bagi kita. Jadi cobalah untuk lebih selektif terhadap komentar yang masuk.

  9. Bahkan yang sederhana itu kadang yang sangat bernilai loh mas ๐Ÿ˜€
    Hidup sederhana dan kesederhanaan ๐Ÿ˜€

    Lambertus said:
    Semua tergantung bagaimana cara orang memandang sebuah kesederhanaan.

  10. Kadang ide yang hebat itu berangkat dari hal-hal yang sederhana… makanya, tergantung bagaimana mengembangkan ide-ide yang remeh temeh itu biar menjadi sesuatu yang hebat.. ๐Ÿ™‚

    Lambertus said:
    Benar sekali. Berani berbuat dan kreativitas. Itu kuncinya.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s