Waspadai Kewaspadaanmu!

Tidak ada yang salah dengan mempersiapkan diri dari kemungkinan terburuk. Kewaspadaan adalah sebuah alat perlindungan manusia yang bersifat preventif, mencegah atau mengurangi beban dari kemungkinan terburuk itu. Namun, waspadailah kewaspadaan yang berlebihan dan sadarilah kemunculannya.

Beberapa orang mungkin akan menyangkal bahwa kewaspadaan adalah sebuah bentuk ketakutan yang paling berani. Kewaspadaan adalah sebuah aksi dimana kita membentengi diri dengan sesuatu yang membuat kita merasa aman, menghindari diri dari hal-hal tidak diharapkan dengan meningkatkan perhatian dan semua kemungkinan. Kewaspadaan adalah bukti bahwa kita tidak menyerah pada keadaan, bukti bahwa kita mau berusaha, dan bukti bahwa ini adalah sesuatu yang baik.

Namun, kapankah kita perlu mewaspadai kewaspadaan itu sendiri? Yaitu ketika kewaspadaan sudah terlalu mengambil alih kehidupan kita dan menahan kita untuk terus maju meraih tujuan dan impian kita.

Ada sebuah iklan komersial menggambarkan bentuk kewaspadaan yang berlebihan. Seorang ibu tidak ingin kedua anaknya sakit. Oleh karena itu, dia memakaikan segala bentuk alat perlindungan pada kedua anaknya ketika akan berangkat sekolah, termasuk jaket, syal, payung, sarung tangan, helm, pelindung lutut dan siku, dan lain-lain. Alhasil, kedua anak jadi terlihat seperti akan berangkat perang. Kewaspadaan sang Ibu sudah mengorbankan kebahagiaan kedua anaknya bersekolah, bukan hal yang baik.

Contoh lain. Ada seorang muda yang ingin memulai bisnisnya sendiri. Dia ingin menjadi seorang entrepreneur. Tidak mau mendapatkan sebuah pengalaman buruk akan kerugian, dia mengusahakan diri melakukan sebuah perencanaan yang detil untuk usahanya nanti. Dia melakukan semua perencanaan mulai dari titik nol hingga usahanya menjadi sesuatu yang besar. Dia membuat banyak desain, prosedur, dan perhitungan, mulai dari produksi, keuangan, hingga hubungan dengan pihak lain. Perencanaan mendetil semacam ini tidak bisa diselesaikan dalam satu hari, maka dia terus melakukannya selama masih ada hal yang perlu dipersiapkan. Dan ketika dia merasa selesai, waktu sudah jauh meninggalkannya dan dia belum memulai usaha itu sama sekali. Kemudian dia melihat perencanaannya dan tak tahu harus mulai dari mana.

Seburuk itukah kewaspadaan?

Tidak. Kewaspadaan tidak pernah buruk. Kewaspadaan yang berlebihan sesungguhnya adalah bentuk ketakutan besar yang tidak mau kita akui. Kita sangat tidak mau menghadapi hal buruk itu sehingga kita melakukan segala cara untuk tidak menemuinya, termasuk menghindar dan mencari kambing hitam.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Ketika kewaspadaan kita sudah menyiksa diri kita sendiri maupun orang lain, maka jangan tambahkan lagi. Daripada memusatkan perhatian pada perlindungan diri, mengapa kita tidak segera berjalan untuk keluar dari permasalahan ini?

Terkadang kita perlu menyadari bahwa diri kita sering memunculkan ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan. Persepsi-persepsi miring yang belum tentu benar sudah memenuhi pikiran kita, tanpa tahu itu benar atau salah. Dan kewaspadaan kita membangun benteng untuk sesuatu yang tidak pernah ada untuk menyerang.

Ada kalanya kita perlu menyadari bahwa hal buruk itu pasti akan datang. Jadi segesit apapun kita berkelit, kita akan selalu menemui hal buruk. Ya, hal buruk itu adalah sesuatu yang pasti. Maka, daripada kita capai menghindarinya, maka hadapi dengan segala keyakinan bahwa kita akan menang. Daripada hindari, lebih baik hadapi. Tunjukkan siapa bos di sini!

Kawan,
memposisikan sesuatu pada porsi yang semestinya, tidak kurang tidak lebih, akan menghasilkan sesuatu yang kita butuhkan. Beberapa hal yang dilakukan secara berlebihan akan menjadi bumerang bagi kita sendiri, termasuk kewaspadaan. Maka siapkan dirimu untuk menghadapi hal yang buruk sekalipun, tapi jangan lupa bahwa ada sesuatu yang harus kau raih, yaitu cita-cita.

Apakah Anda termasuk orang yang takut menghadapi kegagalan?

Iklan

5 thoughts on “Waspadai Kewaspadaanmu!

  1. Kewaspadaan seseorang biasanya berkembang sesuai pengalaman hidupnya. Setahu saya, sih begitu.. ๐Ÿ™‚

    Lambertus said:
    Karena pengalaman adalah guru dan mengajarkan kita untuk berhati-hati agar tidak masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Benar itu.

  2. kesuksesan tidak akan berhasil tanpa adanya kegagalan, dan kewaspadaan akan tetap dijaga untuk kemungkinan buruk kegagalan yang kita raih. ๐Ÿ˜€

    Lambertus said:
    Kewaspadaan perlu ditempatkan sebagaimana mestinya.

  3. saya dapat ini kemarin pas ikut seminar “dipekerjakan atau mempekerjakan” hehe…. ๐Ÿ˜€ jujur saja saya sebenarnya orang yang tidak takut gagal. ๐Ÿ˜€

    Lambertus said:
    Kalau saya sih terlalu pertimbangan dengan keadaan. tapi lama kelamaan saya capai sendiri.
    Dan tentang seminar itu, dipekerjakan atau mempekerjakan? Saya berharap bisa mempekerjakan. Ya, itu pasti impian semua orang.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s