[LEBAH] Ksatria Tak Takut Mati

Setiap serangga memiliki metode perlindungan yang berbeda, termasuk lebah. Ya, kita mengenal lebah sebagai serangga yang bisa menyengat dan sengatnya itu cukup menyakitkan. Satu sengatan lebah memang tidak berbahaya, tapi ingatlah, mereka hidup berkoloni. Mereka akan terus mengejar dan berusaha menyengat orang yang mengusik lingkungan mereka. Itulah sebabnya orang akan berpikir dua kali untuk melakukan ternak lebah.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa lebah memiliki sebuah tanggung jawab besar di balik sengat itu? Setiap lebah, hanya bisa menyengat satu kali. Mengapa? Karena setelah itu mereka akan mati. Mereka rela berkorban nyawa demi melindungi lingkungan mereka. Apa yang bisa kita pelajari dari sifat lebah ini?

Sudah pada umumnya, semua makhluk hidup akan melindungi apa yang mereka cintai. Pertanyaannya adalah seberapa besar kita mencintainya dan seberapa kuatkah kerelaan kita untuk berkorban demi hal tersebut. Lebah adalah salah satu contoh perwujudan aksi rela berkorban yang paling ekstrim, yaitu rela berkorban meskipun harus mati.

Apakah kita harus mencontoh hal tersebut? Berkorban sampai mati?

:mrgreen: Saya tidak menyuruh Anda mati. Namun, kita bisa merenungi seberapa besarkah kita berusaha mati-matian demi sesuatu yang kita cintai. Sering kali kita menimbang-nimbang antara apa yang kita lakukan dan apa yang akan kita dapatkan jika melakukan hal tersebut. Memang tidak salah melakukan perhitungan semacam ini, tapi hal ini juga menunjukkan sebuah ketidaktulusan. Jika kita tidak mendapatkan sesuatu, untuk apa berbuat lebih? Ya, mungkin kita pernah berpikir seperti itu. Akan tetapi, lebah akan berusaha mati-matian untuk menyengat orang yang mengganggu sarang mereka, meskipun mereka harus mati. Contoh yang lebih nyata adalah pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan yang telah mengusir penjajah dari negara kita dulu. Benar begitu?

Mengapa kita perlu menjadi manusia yang rela berkorban?

Rela berkorban sesungguhnya merupakan perwujudan terima kasih untuk sesuatu yang tidak dapat diukur. Begitu bernilainya sehingga kita rela melakukan sesuatu untuk hal tersebut. Misalnya, kita rela bekerja lembur hingga tugas kita selesai. Seorang yang tidak peduli dengan perusahaannya akan bersikap biasa saja meskipun tugas itu sudah deadline, mungkin juga dia akan sengaja lembur hanya untuk mendapatkan gaji tambahan.

Rela berkorban juga sebuah perwujudan betapa kita menghargai dan peduli pada keberadaan seseorang/sesuatu. Misalnya, kita mau mendengarkan curhat seseorang meskipun sesungguhnya ada hal lain yang ingin kita lakukan. Jika kita kembalikan pada contoh di paragraf sebelumnya, itu artinya kita juga peduli pada perusahaan.

Alasan lainnya adalah, dengan rela berkorban kita bisa membangun kepercayaan seseorang pada diri kita. Dengan pengorbanan yang kita lakukan, orang lain akan merasa terlindungi. Hal ini dikarenakan apa yang kita lakukan dapat mengurangi bebannya, bukan malah membebaninya.

Jadi, bagaimana kita bisa mulai menjadi manusia yang rela berkorban?

Jika kita telusuri lebih dalam, arti dari rela berkorban itu sangatlah luas. Kita bisa mulai dari yang berhubungan dengan diri kita sendiri. Misalnya, lakukan tugas kita sebaik-baiknya dan jaga perilaku agar tidak merusak nama baik keluarga. Kita juga bisa melakukan sesuatu untuk orang yang kita sayangi.

Bagaimana kita bisa tahu kalau kita rela berkorban atau tidak?

Mari kita lihat lagi kata berikut ‘rela berkorban‘. Seseorang yang ‘rela’ biasanya tidak akan menganggap yang dilakukannya sebagai sesuatu yang harus dibayar di kemudian hari. Bahkan, pada tingkatan yang paling tinggi, seseorang tidak akan menganggap yang dilakukannya sebagai sesuatu yang membebaninya. Kita bisa melihat bahwa rela berkorban adalah sebuah sikap yang mendekat pada arti keikhlasan.

Sekali lagi, meskipun masih ada kemungkinan, tapi ini bukan tentang kita harus berkorban sampai mati seperti yang dilakukan oleh lebah. Kita hanya perlu memaknai semangat pengorbanan yang dimilikinya dan menerapkan hal tersebut pada kehidupan kita. Lakukan dan berikan yang terbaik, secara tulus dan tanpa pengharapan untuk dibalas.

 : Apa yang bisa Anda pelajari dari LEBAH?
Rela mengorbankan dirinya untuk melindungi sesamanya.

4 thoughts on “[LEBAH] Ksatria Tak Takut Mati

  1. ayah dan ibu adalah 2 contoh tauladan “rela berkorban”, meski tak semua orang tua dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. mereka akan melakukan apa saja demi kebahagiaan dan masa depan anak-anaknya.

    Lambertus said:
    Benar. Rela berkorban yang tak ternilai.

  2. wahh itu foto saya bukan yah?? Hehehe..

    Saya setuju sama tulisannya..🙂 Tidak perlu sampai mati, kalau ingin disebut rela berkorban.. Cukup lakukan yang terbaik, tulus, tanpa berharap balasan.

    Lambertus said:
    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas partisipasinya pada Idea Support. Seperti yang Mbak Tutus lihat, itu memang gravatar tuaffi. Hal ini dikarenakan tulisan ini muncul atas dukungan dari masukan Mbak Tutus. Bisa dilihat tulisan topik khusus lainnya, juga sama. Gambar siapa yang muncul adalah gambar pembaca yang ikut berpartisipasi pada program ini.
    Saya tunggu dukungan ide berikutnya

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s