Jika Ada yang Ingin Dikatakan

Malu bertanya, sesat di jalan. Malu berkata, menyesatkan orang lain. Terkadang kita memilih untuk diam hanya karena kita beranggapan bahwa diam adalah emas. Untuk beberapa kesempatan, diam memang salah satu pilihan yang mungkin. Namun untuk beberapa hal lainnya, diam bisa jadi penyebab semakin rumitnya permasalahan kita.

Sudah banyak orang yang mengatakan bahwa komunikasi itu sangat penting. Sehatnya sebuah hubungan bergantung pada sehatnya komunikasi yang terjalin antara orang satu dengan yang lain. Komunikasi antara orang tua dan anak, suami dan istri, guru dan murid, antar sahabat, atasan dengan bawahan. Tidak ada permasalahan yang bisa diselesaikan tanpa komunikasi.

Rasa tidak puas. Perasaan tersebut muncul jika ada situasi yang tidak sesuai dengan harapan kita. Beberapa orang tidak berusaha untuk menyampaikan rasa tidak puas mereka secara benar. Bisa jadi mereka diam, tapi mereka akan melakukan hal yang tidak baik sebagai wujud ketidakpuasan mereka, seperti bergosip, menurunkan kinerja, memasang muka cemberut, dan sebagainya. Beruntung jika orang yang membuat tidak puas itu bisa membaca aksi kita, tapi jika tidak? Situasi bisa semakin runyam.

Tak ada lain yang bisa dijadikan pilihan selain mengkomunikasikan ketidakpuasan tersebut secara baik. Redam emosi dan sampaikan keluh kesah yang ada. Meskipun kadang komunikasi saja tidak cukup, tapi paling tidak kita sudah memberikan petunjuk kepada orang tersebut untuk lebih berhati-hati. Ya, keluh kesah yang kita sampaikan itu semacam feedback. Setiap orang perlu ini untuk bisa mengoreksi diri. Di saat yang sama, kemungkinan kita juga akan mendapatkan penjelasan yang lebih baik bahwa sesuatu yang sempat membuat kita tidak puas itu adalah keputusan yang lebih baik daripada bayangan kita.

Objek yang dibagikan dalam sebuah komunikasi adalah informasi. Kita bisa berbagi informasi kapanpun dan dimanapun. Terkadang orang akan berbagi informasi ketika ada seseorang yang memintanya. Namun, akan lebih baik lagi ketika informasi tersebut dibagikan sebelum orang lain meminta, tentunya jika informasi tersebut tidak terlalu rahasia dan tidak merugikan siapapun.

Kawan,
berbahagialah kita yang berada dalam lingkungan lancar arus komunikasinya. Janganlah memendam perasaan tidak puasmu karena perasaan itu tidak layak untuk merusak hidupmu yang bahagia. Jangan kau ubah hari-hari bahagiamu dengan diam yang tidak beralasan. Berkomunikasilah dan belajarlah dari setiap informasi yang kau terima.

Jika Anda punya masalah, lebih suka memendam sendiri atau curhat ke orang yang dipercaya?

Iklan

3 comments

  1. menambahkan, mungkin yang harus diingat ketika sharing informasi adalah: right information, right person, and right now.
    informasi bisa bernilai ketika informasi itu bermakna bagi seseorang, tak bermakna apapun bagi seseorang yang tak memberinya nilai apapun (tergantung frame of reference dan field of experiences). postingan yang bagus. salam šŸ™‚

    Lambertus said:
    Saya setuju sekali dengan ini.

  2. Lebih baik dikatakan langsung ke orangnya. Atau sekaligus tidak usah dikatakan saja kepada siapa pun . šŸ™‚

    Lambertus said:
    Kalau menurut saya, jika ada hal buruk lebih baik dikatakan langsung ke orangnya, jika hal baik bolehlah dikatakan kepada orang lain

  3. kalau informasi sepertinya memang wajib dishare, apalagi jika bermanfaat bagi orang lain
    kalau masalah
    lebih lega jika bisa bercerita ke orang yang terpercaya, sebelum meledak šŸ˜€
    tetapi terkadang something better left unsaid :mrgreen:

    Lambertus said:
    Intinya, pintar membagi antara yang ditunjukkan kepada orang lain dan yang tidak. Yang penting tidak membebani diri sendiri, sekaligus tidak mengganggu orang lain.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s