Kututup Mulutmu dengan Senyuman

Senyuman adalah sebuah hal sederhana berkekuatan luar biasa. Suasana yang diberikan oleh sebuah senyuman adalah suasana yang akrab, positif, dan tidak berlebihan. Sebanyak apapun Anda memberikan senyum, tak seorang pun yang akan menyalahkannya.

Pernahkah Anda menghadapi orang yang terus berbicara? Dia terus mengeluarkan argumennya, menolak semua pendapat Anda, bahkan tidak pernah memberikan Anda kesempatan untuk bicara. Apa yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi situasi ini? Diam dan dengarkan dia bicara. Beri perhatian pada setiap ucapannya, tatap matanya, dan berikan senyuman terbaik Anda.

Senyuman bukanlah perlawanan. Dalam konteks interaksi, senyuman merupakan sebuah bentuk ungkapan penerimaan diri kita terhadap lingkungan atau orang lain. Ketika kita melakukan sebuah komunikasi langsung, bahasa tubuh mengambil peran besar. Senyuman adalah salah satu bahasa tubuh yang baik. Ini adalah sebuah tanda bahwa kita menerima dengan lapang semua informasi yang diberikan oleh lawan bicara. Seseorang yang semula ngotot akan menurunkan levelnya karena dia sadar bahwa informasi yang dia berikan akan kita terima, tanpa perlu usaha penyampaian yang ‘super’.

Senyuman membuat Anda tampil sebagai seorang yang bersahaja, orang yang baik. Tak ada orang yang tidak nyaman jika berada di dekat orang yang baik. Terlebih lagi bagi orang yang suka berbicara, dia akan merasa nyaman berada di dekat orang yang mau mendengarkan. Jika Anda sedang menghadapi seorang ‘pembicara’ maka jadilah pendengar dan tersenyumlah. Akan tiba saatnya ketika dia menyadari dan memberikan waktu untuk Anda berbicara pula.

Apakah kita bisa memberikan senyuman itu setiap saat? Tentu saja, tapi tidak serta merta keluar tanpa terkendali. Anda perlu jeli melihat situasi yang sedang Anda hadapi. Ada kalanya Anda bisa menumpahkan senyum Anda menjadi tawa, tapi ada pula saatnya Anda senyum saat diperlukan. Misalnya, saat Anda sedang dimarahi karena kecerobohan Anda sendiri.

Kawan,
apa yang kita bicarakan hari ini adalah setara dengan ungkapan “lawanlah keburukan dengan kebaikan”. Dengan tersenyum saja kita bisa berbuat baik, karena mungkin saja senyuman yang kita berikan adalah satu-satunya hal terindah yang dia dapatkan. Selamat tersenyum!

Apakah Anda terbiasa tersenyum?

2 thoughts on “Kututup Mulutmu dengan Senyuman

  1. kalau lagi badmood, saya malas tersenyum😦

    Lambertus said:
    Sebenarnya saya juga seperti itu. Untuk bisa terus tersenyum harus terus belajar agar menjadi kebiasaan, sehingga antara senyum tidak harus bersesuaian dengan mood

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s