[AIR] Pantang Menyerah

Untuk membuktikan hal ini, kita perlu melakukan penelitian yang tidak sebentar. Namun, kita bisa melihat contohnya dari beberapa hal yang ada di sekitar kita, misalnya batu karang. Secara konsisten, air laut menghantam karang-karang yang berdiri dengan kokohnya. Bentuk karang yang kita ketahui sekarang, bisa saja bukanlah bentuk mulanya karena ada bagian yang terkikis. Proses pelapukan batu memang tidak semata-mata karena faktor air saja. Ada faktor kimia yang terkandung antara air dan batu, ada faktor suhu, dan beberapa faktor lainnya. Namun, memang tidak bisa dipungkiri bahwa tekanan-tekanan yang diberikan secara rutin oleh air kepada batu dapat menjadikannya lapuk. Apa yang bisa kita pelajari dari sifat air ini?

Mungkin ini bukanlah sifat air, melainkan sikap air. Ini tentang sesuatu yang dilakukan oleh air secara konsisten, atau dengan kata lain, pantang menyerah. Sama halnya dengan diri kita. Untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan, kita tidak boleh menyerah. Sebuah usaha mungkin tidak cukup hanya dilakukan sekali-kali, tapi perlu berkali-kali.

Mengapa perlu menjadi pribadi yang konsisten?

Konsisten menunjukkan kesungguhan. Meskipun secara umum orang lain melihat hasil akhir, tapi tak jarang pula orang melihat proses atau usaha-usaha yang kita lakukan dalam mencapai tujuan. Dan percayalah pula bahwa kesungguhan dalam berusaha juga akan memberikan efek pada hasil akhirnya. Sikap yang tetap biasanya juga akan menjadi ciri kita yang mudah dikenal oleh orang lain. Oleh karena itu, konsisten dalam sesuatu yang baik akan sangat berguna daripada konsisten pada sesuatu yang buruk.

Bagaimana caranya menjadi pribadi yang konsisten dan pantang menyerah?

Tidak ada tips dan trik khusus untuk menjadi konsisten dan pantang menyerah, selain lakukan, lakukan, dan lakukan. Jangan pernah berhenti. Setialah pada usaha-usaha yang selama ini dilakukan dan tetaplah percaya kalau semua usaha itu tidak pernah sia-sia. Ombak tidak pernah berhenti. Kita bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, kita juga harus percaya bahwa Tuhan memiliki cara agar kita bisa mencapai tujuan kita. Inti berhasil tidaknya pencapaian kita, memang tergantung pada kita sendiri. Akan tetapi, orang lain juga akan memiliki perannya sendiri untuk keberhasilan kita. Ombak tidak akan terus menerus menghantam karang tanpa bantuan angin atau lainnya. Faktor suhu dan kimia juga menggambarkan peran serta dari orang lain. Jadi, jangan pernah merasa sendiri dalam sebuah proses pencapaian.

nila listiana (heynila.blogspot.com) : Apa yang bisa Anda pelajari dari AIR?
: hm, sifat air yang dapat menghancurkan batu dengan perlahan-lahan namun pasti. hehe

Iklan

2 comments

  1. Lawan dari konsisten adalah… plin-plan. Saya kurang suka dengan “plin-plan”. Euh, maksudnya dengan orang yang plin-plan. Saya bilang “kurang suka” karena memang saya sendiri kadang masih kurang konsisten, jadi… saya nyadar diri. 😳

    Lambertus said:
    Manusia tempat salah dan lupa.
    Definisi plin-plan Asop sepertinya beda dengan definisi plin-plan saya.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s