Melihat Punggung Orang Lain

Terkadang kurangnya rasa percaya diri membuat kita selalu berada di dalam bayang-bayang orang lain. Kita berusaha sebaik-baiknya, tapi tidak pernah membiarkan diri kita menjadi seorang yang memimpin. Kita melakukan terbaik hanya untuk menjadi nomor dua, bukan nomor satu.

Berbicara tentang berprestasi, setiap orang memang memiliki definisinya masing-masing. Sebuah prestasi bagi orang satu, mungkin hanya sebuah pencapaian biasa bagi orang lain. Namun, inti dari prestasi itu tetap sama, yaitu sebuah pencapaian yang lebih baik daripada sebelumnya.

Bagi sebagian besar orang, peringkat terbaik dari sebuah kompetisi adalah ketika seseorang bisa berdiri di podium paling atas. Ketika kita berada di posisi paling wahid dari semuanya, itulah pemenang yang sesungguhnya.

Namun, sebagian orang juga menganggap bahwa inti dari sebuah pencapaian bukanlah menjadi yang pertama, tapi menjadi lebih baik daripada diri kita sebelumnya. Ya, hal ini tidak salah. Seorang yang mengacu pada hal ini adalah seorang yang berorientasi proses. Sementara orang yang berambisi menjadi yang terdepan adalah orang yang berorientasi target.

Akan tetapi, ada juga orang yang ingin berprestasi, tapi masih memiliki keterbatasan dalam rasa percaya diri. Dia adalah orang yang memiliki target, tapi tidak memiliki keinginan untuk memimpikan yang lebih jauh. Dia adalah orang yang memiliki teladan, tapi tidak memiliki kemauan untuk melebihi sang teladan itu sendiri.

Pernah melihat orang seperti ini?

Kawan,
kepercayaan diri memang menjadi sebuah perkara tersendiri dalam kehidupan kita. Setiap orang memiliki kadar yang berbeda. Namun, pastikan saja bahwa kepercayaan diri itu akan semakin bertambah seiring detik waktu yang berjalan. Karena terhalangnya prestasi yang disebabkan oleh masalah kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan. Anda boleh saja melihat punggung orang lain saat ini, tapi pastikan suatu hari nanti orang lainlah yang melihat punggung Anda.

Siap menjadi orang yang berprestasi?

Iklan

2 comments

  1. aku siap berprestasi mas Lambertus, tapi knapa ya yg namanya prestasi itu slalu menjauhiku??

    Lambertus said:
    Saya senang sekali dengan semangat Mas Imam dalam berprestasi. Dan sesungguhnya tidak ada namanya prestasi yang selalu menjauh, yang ada adalah prestasi yang belum tercapai. Dengan banyak berdoa, berlatih, dan terus mengobarkan semangat berprestasi itu Mas Imam sudah berusaha untuk menggapainya. Dan proses untuk meraih prestasi itulah yang berharga bagi Mas Imam. Kalau sampai Mas Imam berhenti berusaha, itu artinya Mas Imam lah yang menjauhi prestasi. Jadi, jangan sampai deh kayak gitu.

    Dalam kompetisi juga memang harus ada yang menang dan kalah. Jika saat ini Mas Imam sedang mengalami kekalahan, anggaplah ini sebuah proses pembelajaran. Dengan menambah pengalaman, Mas Imam sudah naik satu level. Suatu saat akan tiba saatnya Mas Imam yang jadi juara. Pasti. Sukses terus ya. Semoga impiannya tercapai.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s