Mencari Sahabat, Yuk!

Seseorang bertanya siapakah sahabat kita. Seberapa cepat dan seberapa mantab kita menjawabnya? Berbahagialah mereka yang menemukan sahabat dalam keseharian mereka.

Betapa bahagianya kita, ketika seseorang menanyakan hal itu, kita bisa menjawab dengan cepat dan mantab. Tentu hal tersebut terbentuk atas hubungan menyenangkan yang telah tercipta antara kita dan sahabat. Nama seorang sahabat adalah yang pertama kali muncul dalam pikiran. Berada di dekat sahabat adalah yang paling nyaman jika dibandingkan dengan teman lainnya. Mungkin perasaan ini tak jauh beda ketika kita berada dekat dengan pacar.

Adalah hal yang wajar ketika suatu waktu seseorang lebih dekat dengan kita daripada orang yang lain. Saat itulah kita merasa bahwa dialah sahabat kita. Meskipun pada suatu waktu tertentu kedudukan itu berubah, tapi nama sahabat akan selalu teringat lebih daripada lainnya.

Bagaimana caranya menemukan sahabat? Biasanya tak ada yang tahu. Kita menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa dan tiba-tiba kita merasa lebih cocok dengan seseorang dibandingkan dengan yang lain. Kita bisa saja ingin dekat dengan orang A, tapi kita lebih sering bertukar pikiran dengan orang B. Kita bisa saja senang dengan orang C, tapi orang D selalu ada untuk kita. Hal ini juga berarti kita harus terbuka pada orang lain, karena tak selamanya keinginan kita adalah sesuatu yang benar. Seorang sahabat bisa jadi seorang yang tidak kita sangka-sangka.

Kawan,
kehidupan ini tidak hanya bagaimana kita mendapatkan sahabat, tetapi juga bagaimana kita menjadi sahabat bagi mereka. Hubungan persahabatan bukan hanya bagaimana kita nyaman dengan seseorang, tapi juga bagaimana seseorang nyaman dengan kita.

Bagaimana hubungan persahabatan Anda saat ini?

Iklan

3 comments

  1. sahabat saya… masih belum ketemu.. mungkinkah saya bisa ditemukan olehnya?? ๐Ÿ˜ฆ

    Lambertus said:
    Mungkin saja. Semoga.

  2. Ak dah hmpir 2 blan gk k’tmu shabat Ku , kita bertngkar pdahal Ak sngat rindu dia, namun ego Ku Msih terlalu tinggi tuk mnyapa …

    Lambertus said:
    Mengapa harus menyiksa diri sendiri? Sapalah kembali karena itu tidak salah. Jangan biarkan masa lalu merusak masa depan.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s