Menikmati Rasa Rindu

Rasa rindu itu menyenangkan sekaligus menyakitkan. Mungkin itu yang dirasakan oleh para pecinta. Semakin lama tidak ketemu, semakin rindu. Betapa luar biasanya Tuhan menciptakan manusia dan rasa rindu itu, sehingga manusia bisa melakukan hal yang tidak biasa dilakukan, atau manusia bisa melakukan lebih dari batas kemampuannya.

Seperti apakah rasa rindu itu?

Rasa rindu itu mencemaskan, seperti seorang anak kecil yang pulang sekolah dan menunggu dijemput orang tuanya. Satu-persatu teman-temannya pulang bersama ayah atau bundanya. Sekolah semakin sepi, sementara orang tuanya tak kunjung datang.

Rasa rindu itu menyiksa, seperti seorang yang baru belajar puasa. Awalnya merasa kuat, tapi seiring berjalannya waktu ketahanannya diuji. Membayangkan yang dilakukannya ketika tidak puasa. Menantikan betapa nikmatnya ketika berbuka. Lalu ingat, bahwa dia harus menahan itu semua.

Rasa rindu itu membuat penasaran, seperti seorang ibu yang tidak mengetahui keadaan anaknya yang merantau. Sedang apa dia sekarang? Apakah dia sakit? Makan apa di sana? Ditelpon jarang diangkat. Di-SMS jarang dibalas.

Rasa rindu itu membingungkan, seperti seorang dokter rumah sakit yang sepi. Di satu sisi dia sangat mengharapkan pasiennya sembuh, tidak ada yang sakit. Tapi di sisi lain, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya jika tidak ada yang sakit.

Tulisan ini mungkin tidak bisa menggambarkan dengan baik perasaan rindu yang paling tepat. Setiap orang yang sudah merasakannya, pasti juga mengakui bahwa rasa rindu itu begitu unik, misterius, dan sulit diungkapkan. Menyenangkan, sekaligus menyakitkan. Manis, sekaligus pahit.

Jika diwujudkan sebagai sebuah energi, rindu adalah sebuah energi potensial. Ada sebuah situasi dimana energi potensial itu akan berubah menjadi energi kinetik. Semakin besar energi yang tersimpan, akan semakin besar pula efek yang ditunjukkan nantinya.

Kawan,
apa yang bisa kita lakukan jika rasa rindu itu muncul? Bersyukurlah jika kita memang memilikinya karena suatu hal. Semakin kita rindu akan hal tersebut, itu artinya kita semakin menyayanginya/ mencintainya. Rawatlah rasa rindu itu.

Apakah Anda bisa menggambarkan seperti apa rasa rindu itu?

Iklan

3 thoughts on “Menikmati Rasa Rindu

  1. Rasa rindu itu… membuat saya selalu memikirkan apa yang saya rindukan…
    Tapi rasa rindu yang biasa saya rasakan tidak terlalu lama menetap. Perhatian saya mudah dialihkan. :mrgreen:

    Lambertus said:
    Bukankah kenyataannya seperti itu? Kalau rasa rindu mengambil alih kehidupan kita, bisa-bisa dikira orang gila karena tenggelam dalam dunia sendiri. Itu artinya Asop masih normal πŸ˜†

  2. rindu … sebagian mengatakan inilah emosi yg membuat kita menjadi manusia. sementara para sadhu, rishi dan para mistikus mengatakan inilah emosi yg menahan kita menuju pada keabadian πŸ˜€

    Lambertus said:
    Sehingga keduanya menjadi sesuai. Tidak ada manusia yang abadi. Yang saya yakini, rasa rindu itu harus disyukuri.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s