Mengasihani Diri Sendiri

Biasanya, yang membuat orang terlena adalah kenikmatan. Namun, orang juga bisa terlena dengan kesedihan yang melandanya. Ya, orang akan terlena untuk berlarut-larut dalam kesedihan itu sendiri.

Manusia, siapa saja, pasti memiliki masalah. Entah yang masih kecil maupun yang lanjut usia, entah miskin maupun kaya, entah orang baik maupun orang yang tidak baik, permasalahan akan selalu ada sesuai dengan kemampuan tiap individu untuk bertahan dan mencari jalan keluar.

Ada orang mengatakan bahwa permasalahan/bencana yang melanda seseorang adalah ujian yang diberikan oleh Tuhan. Kondisi idealnya, semua orang pasti ingin melewati ujian itu dengan baik. Namun pada kondisi sesungguhnya, respon tiap orang dalam menghadapi ujian itu bermacam-macam. Salah satunya adalah mengasihani diri sendiri.

Awal permasalahan muncul dalam sebuah kehidupan, seseorang akan merasakan sedih. Adalah sebuah hal yang wajar ketika kesedihan itu terpancar ke lingkungannya. Namun, hal ini berubah menjadi sesuatu yang tidak seharusnya ketika kesedihan itu berlarut-larut. Situasi semacam inilah yang dikatakan seseorang sedang mengasihani dirinya sendiri.

Seseorang yang mengasihani dirinya sendiri adalah orang yang tenggelam dalam penyesalan dan kesedihan masa lalunya. Biasanya, seseorang yang telanjur mengasihani diri akan melipatgandakan perasaan sedihnya dan membuatnya menjadi beban yang sangat berat, sehingga ia lupa bahwa masih ada seribu langkah lagi di depannya. Dia diam di tempat, sementara yang lain terus berjalan.

Apa yang ada di dalam pikiran seseorang yang mengasihani dirinya sendiri?
Dia kasihan karena dirinya lebih rendah, lambat, kecil, atau miskin daripada yang lain. Dia kasihan karena dirinya menerima cobaan seberat itu. Dia kasihan karena dirinya tidak seharusnya menanggung beban itu.

Ya, dia sibuk membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. Dia sibuk memikirkan keadaan ideal yang seharusnya terjadi. Dia sibuk membuat dirinya sendiri menjadi seseorang yang pantas untuk dikasihani. Kesibukan-kesibukan semacam inilah yang menjadi beban, sehingga seseorang terus menoleh ke belakang dan sulit untuk melangkah maju.

Kawan,
Perasaan tidak mau menerima kenyataan yang terjadi sering membuat seseorang untuk mengasihani dirinya sendiri. Oleh karena itu, bukalah mata dan terima keadaan. Yang lalu, berlalu. Pertanyaannya, bukan bagaimana keadaanmu karena permasalahan itu, tapi bagaimana caramu untuk keluar dari permasalahan itu.

Pikirkan, tidak ada seorang pun yang ingin berada di sebuah lingkaran permasalahan. Jadi, bergeraklah keluar dari sana. Tak ada seorang pun yang ingin bersedih, dan tak seorang pun ingin tertular kesedihan.

Ingatlah! Mengasihani diri sendiri, bukanlah mengasihi diri sendiri. Mengasihi diri sendiri adalah melakukan yang terbaik untuk diri. Bukan dengan terpaku menatap masa lalu, tapi dengan mantap melangkah menuju masa depan.

Apakah Anda juga suka mengasihani diri sendiri?

Iklan

One comment

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s