Melangkah Maju dengan Ikhlas

Hidup dua orang guru di sebuah sekolah SD. Mereka mulai bekerja di hari yang sama, usia mereka pun sama. Ilmu yang mereka miliki pun sama karena mereka berasal dari perguruan tinggi yang sama. Namun, murid-murid di sekolah itu lebih senang dengan salah satunya. Apa yang membedakan keduanya? Bukan karena guru yang dekat dengan murid itu terlihat lebih muda, tapi karena dia lebih ikhlas mengajar daripada guru yang satunya.

Orang bilang, ilmu yang paling berat adalah ilmu ikhlas. Untuk mengetahui kebenarannya, tentu kita perlu memiliki pengalaman lebih dalam kehidupan ini. Namun, yakinlah bahwa dengan ikhlas tersebut kita akan menjadi kuat.

Tentu terdapat keajaiban di balik sebuah keikhlasan. Dengan keikhlasan, kita menjadi manusia yang kuat dalam menghadapi cobaan hidup. Dengan keikhlasan, beban yang kita tanggung menjadi lebih ringan. Dengan keikhlasan, kita jadi memiliki lebih banyak tumpuan untuk melangkah maju.

Kita kembalikan pada kedua contoh guru tadi. Secara alami, seorang guru yang ikhlas mengajar akan menjadi satu dengan murid-muridnya. Seorang guru yang ikhlas akan merasa memiliki murid-murid tersebut, menganggap sebagai anak sendiri. Hingga akhirnya, tumbuh sikap-sikap lain yang lebih dari seorang guru, yaitu orang tua atau sahabat.

Seorang yang ikhlas akan tampak tegar dan kuat, meskipun dia baru saja kehilangan sesuatu/seseorang yang sangat dicintainya. Keikhlasan membuat seseorang untuk maju, bukannya berlarut-larut pada masa lalu.

Ketika seseorang tidak memiliki keikhlasan, maka dia akan menganggap bahwa yang dilakukannya adalah beban yang melemahkan, cepat atau lambat. Sebaliknya, jika orang tersebut memiliki keikhlasan, maka dia akan menjadikan semua di sekelilingnya sebagai sesuatu yang menguatkan.

Sudahkah Anda ikhlas dengan kehidupan Anda?

4 thoughts on “Melangkah Maju dengan Ikhlas

  1. that’s why i like buddhism. budhisme berbicara tentang attachment / kemelekatan dan cara2 melampauinya. Inilah yang membuat kita tidak ikhlas, karena kita selalu melekat. entah ke orang tua, anak, pacar, pekerjaan, uang, mobil, rumah, harta benda…bahkan the very idea of GOD and religion itu sendiri sering membuat kita engga ikhlas.

    Lambertus said:
    Jika dipikir-pikir lagi, sesuatu yang membuat semua terasa berat adalah pikiran kita sendiri. Misalnya kita akan terbang, tapi kita memaksakan diri untuk membawa begitu banyak barang. Otomatis perjalanan terbang itu akan semakin berat.
    Tapi saya masih agak bingung dengan pernyataan terakhir dari Bang Red ini. Apakah maksudnya “sikap manusia kadang terlalu mengacu pada sebuah ketentuan atau prosedur yang tertata dalam sebuah agama. Sementara itu, akan alangkah lebih baik jika manusia melakukan hal atas dasar untuk tujuan yang baik.”? Entahlah. Apa ini maksudnya? Atau ada yang salah?

  2. sering berdoa, shalat, meditasi, dzikir, kontemplasi dll adalah salah satu cara menuju ikhlas loh (according to quantum ikhlas book)πŸ˜€

    Lambertus said:
    Jempol jempol. Setuju.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s