Motivasi Untuk Menulismu

Saat ini saya sedang ingin menulis sesuatu tentang memotivasi orang lain untuk menulis. Sebenarnya sesuatu yang mengenaskan juga karena saya juga sedang membutuhkan motivasi untuk tugas akhir saya. Mengenaskan! Tapi sudahlah, saya sedang tidak mau membicarakan hal itu sekarang. Karena menulis pada konteks ini adalah menulis bebas seperti yang selama ini teman-teman sekalian lakukan.

Pada suatu hari, di dalam kamar berukuran 3 x 2,5, saya dan teman sekamar saya sedang malas-malasan di atas tempat tidur masing-masing. Saya sedang puter-puter nggak jelas di Google, Facebook, Youtube, dan blog kesayangan. Sementara teman saya habis nonton film di laptopnya. Surabaya sedang labil untuk panas dan mendungnya, makanya kami tidak begitu bersemangat untuk beraktivitas. Maklum, inilah mahasiswa semester akhir yang tidak tahu harus melakukan apa selain mengerjakan skripsi.

Tiba-tiba teman saya bertanya, “Tus, gimana ya caranya biar semangat nulis?”

Jeng jeng! Saya tahu kalau saya suka menulis, tapi bagaimana memotivasi teman saya biar senang menulis juga? Sambil mikir, saya pun tanya balik, “Lha, maksudnya nulis apa dulu nih? Skripsi atau nulis biasa? Soalnya kalau nulis skripsi, saya juga lagi butuh tips nih.”

“Nulis biasa,” jawabnya. OK, saya masih bisa memberikan sedikit bantuan untuk yang satu ini.

Cara yang bisa kita lakukan agar semangat menulis itu sangat banyak dan bermacam-macam. Cara yang saya gunakan bisa tepat ataupun tidak jika orang lain gunakan. Cara yang orang lain gunakan pun belum tentu bisa saya terapkan. Ini semua bergantung pada diri masing-masing. Saya bukanlah orang yang suka memaksakan keadaan kepada orang lain. Kamu harus begini, kamu harus begitu, karena saya yakin cara seperti itu malah membuatnya semakin malas buat menulis.

Jadi bagaimana saya semangat menulis? Berikut beberapa poin yang ingin saya sampaikan untuk semangat menulis, terutama menulis di blog.

1. Kelihatan banyak biar semangat

Dulu saya sering sekali gonta-ganti blog. Saya sering membuat tulisan yang berhenti di tengah-tengah. Menulis sedikit, pindah lagi, menulis sedikit, pindah lagi. Begitu seterusnya sampai saya bingung harus fokus di mana. Saya pun menyadari kalau memulai sesuatu selalu terasa berat. Jadi… bagaimana kalau kita lanjutkan saja semuanya? Saya pun memutuskan untuk membuat alamat baru dan mengumpulkan semua tulisan saya di situ. Maka jadilah blog seperti yang sedang teman-teman lihat ini. Melihat tulisan yang banyak inilah motivasi pertama saya untuk terus loyal pada blog ini.

2. Tambah teman, tambah komentar, biar semangat

Apakah tidak bersemangat karena merasa tidak ada yang peduli dengan tulisan kita? Apakah perhatian bisa jadi penyemangat kita untuk menulis? Ya, mungkin saja. Saya bersemangat menulis di blog juga karena saya merasa ada yang memperhatikan tulisan-tulisan saya. Timbal balik yang diwujudkan dengan komentar membuat saya yakin bahwa saya tidak menulis sendiri. Ada orang lain yang menikmati tulisan saya dan itu menyenangkan. Meskipun bukan sesuatu yang utama, tapi saya sangat menikmati jalinan persahabatan lewat blog.

3. Pengobat sakit hati dari majalah atau penerbit

Bosen ditolak tapi ingin tulisannya dibaca? Ngeblog aja. Dengan menulis di blog, maka tak ada seorang pun yang melarang dan menghalang-halangi. Kita mau tulisannya terbit sekarang, ya sekarang saja kita lakukan. Bagi kita yang sudah hampir putus asa dengan media, obati saja sakit hatinya dengan menulis di blog. Nanti kalau semangatnya sudah balik lagi, barulah dicoba lagi usahanya untuk menantang para penerbit buku dan majalah.

4. Biar eksis, biar banyak yang kenal

Menggunakan blog sebagai personal branding juga tidak ada salahnya. Secara tidak langsung orang akan tahu jati diri kita melalui tulisan-tulisan yang pernah dibuat. Asal semuanya tulisan sendiri, bukan kopas. Kita mau dinilai seperti apa? Maka keluarkan lebih banyak tulisan yang gue banget. Tonjolkan tulisan-tulisan yang menjadi simbol diri kita, maka orang akan tahu kita mau dikenal sebagai siapa.

5. Boleh kopas, tapi jangan asal kopas

Kesulitan mengawali tulisan, kopas aja. Ada yang melarang? Sebenarnya iya kalau yang punya tulisan nggak mau tulisannya dijiplak. Tapi kalau si pemilik sudah mengijinkan, jangan asal kopas. Maksudnya? Tetaplah menulis. Kopas bukan menulis, tapi menggunakan kopas sebagai trigger untuk menulis. Setelah mengutip tulisan orang lain, masukkan sumbernya, lalu kita bisa tambahkan pendapat kita, pengalaman kita, tambahan, dukungan, atau justru kritik pada tulisan itu. Intinya tetaplah keluarkan sesuatu dari pemikiran kita sendiri. Nanti kalau kita sudah merasa terbiasa buat nulis, barulah hilangkan kebiasaan kopas.

Dan akan masih banyak lagi yang lainnya. Semangat untuk menulis itu bisa dari mana saja dan dengan cara apa saja. Nggak bisa menulis tanpa nyemil, boleh jadi. Nggak bisa menulis tanpa dengerin musik, bisa juga. Nggak bisa menulis tanpa ditemenin pacar, siapa bisa melarang. Menulis itu sesuatu yang tidak terbatas latar belakang, cara, manfaat, dan tujuannya. Di awal mungkin menulis karena suatu keterpaksaan, tapi pasti akan tiba suatu hari di mana kita tidak akan bisa hidup tanpa menulis. Dulu bisa saja menulis untuk diri sendiri, suatu hari nanti bisa saja menulis untuk orang lain.

Iklan

6 comments

  1. Problem utama kenapa orang males nulis itu ya biasanya karena kekurangan ide & kebingungan nyusun kata-kata. Untuk yg pertama sih sering-sering aja bikin tulisan soal hal-hal yg baru dialami & dianggap menarik. Misalnya klo abis nonton film, coba aja bikin tulisan soal ulasan filmnya atau resensinya

    Untuk yg kedua, solusinya ya sering-sering aja bikin tulisan & klo dah jadi dibaca ulang. Klo ngerasa kurang sreg ya diedit lagi. Tar juga lama-lama mahir 😉

    Btw, dah lama ga mampir di sini, layout blognya ternyata ganti lagi 😀

    Lambertus said:
    setuju.
    iya layoutnya ganti lagi. ternyata saya cepat bosan.

  2. hehe hebring nih mas lambertus. Saya masih suka moody juga nih soal tulis menulis mas. tqu atuh sharing nya ah. moga tetep semangat yo..:D

    Lambertus said:
    OKAY 😀

  3. Hmm…
    Memang ‘susah-susah-gampang’ sih untuk menumbuhkan minat menulis di blog… 😕
    Tapi, saya akan belajar lebih baik lagi deh… 😉

    Lambertus said:
    Saya juga terus berusaha kok.

  4. Hahaha memang menumbuhkan semangat nulis itu gampang2-susah. :mrgreen:

    Nah, kopas sih boleh, tapi jangan kopas mentah2, dan tolong sertakan sumber. Gitu aja. 😀

    Lambertus said:
    That’s the point

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s