Menjadi Orang Malas yang Baik dan Benar

Standar

Malas adalah penyakit manusia yang paling berbahaya. Ini adalah bentuk hambatan yang muncul dari diri sendiri. Sifat malas membuat kita cenderung diam dan melakukan hal-hal yang tidak membawa kita pada kesuksesan. Mengenai pernyataan tersebut, bisa ya bisa tidak. Ada hal yang bisa kita lakukan untuk menyikapi kemalasan itu sendiri, selain menghilangkannya.

Rasa malas muncul ketika kita tidak memiliki ketertarikan akan suatu hal. Gerak lambat, berlaku seadanya, tanpa tenaga. Ketika seseorang sedang berada dalam posisi nyamannya, dia tidak akan mudah keluar dari posisi itu, kita bisa sebut itu suatu kemalasan. Ya, kemalasan adalah ketidakmampuan orang mengeluarkan diri sepenuhnya dari sebuah kenyamanan.

Kemalasan adalah sifat yang dibenci banyak orang, meskipun kenyataannya banyak orang yang tak bisa lepas dari rasa malas. Biasanya, sifat malas identik dengan jauh dari kesuksesan. Hal ini dikarenakan orang akan cenderung melakukan sesuatu yang mereka inginkan, bukan yang mereka butuhkan.

Tobat menjadi orang malas? Semua orang tahu kalau kita harus bisa segera bangkit dan berubah. Namun, kenyataannya bangkit dan berubah bukanlah sesuatu yang mudah. Selain punya niat, kita juga harus punya semangat untuk bergerak. Jika motivasi dari diri sendiri saja tidak cukup, maka carilah motivasi itu dari lingkungan kita.

Cara lain, kita juga bisa mencoba mengubah cara berpikir dan sudut pandang kita akan arti dari suatu kemalasan. Jadikan malas sebagai motivasi untuk bergerak. Ini adalah ciri orang malas yang baik dan benar (dan diterima masyarakat). Bagaimana bisa?

  • Saya malas mengerjakan skripsi. Oleh karena itu, saya harus segera menyelesaikannya dan lulus dari kampus yang menyebalkan ini.
  • Saya malas kalau disuruh orang tua membersihkan rumah. Oleh karena itu, saya harus bangun pagi-pagi dan membersihkannya sebelum disuruh.
  • Saya malas mencari kerja. Oleh karena itu, saya harus belajar dan menjalin kerja sama untuk membuka usaha sendiri.
  • Saya malas belajar di rumah. Oleh karena itu, saya harus benar-benar memahami pelajaran di sekolah dan segera mengerjakan semua PR-nya.

Kawan,
jika Anda merasa malas, ada baiknya Anda juga memikirkan kepada siapakah efek malas itu berimbas. Jika kemalasan Anda merugikan orang lain, maka sebaiknya jangan biarkan kemalasan itu menguasai Anda. Jika kemalasan itu merugikan Anda saja, maka keputusan ada di tangan Anda.

Hal-hal apa saja yang paling membuat Anda malas?

About these ads

15 pemikiran pada “Menjadi Orang Malas yang Baik dan Benar

  1. pas banget neh aku lagi dilanda malas yang berkelanjutan. mo ngapa2in serba males. kuliah males, ngapalin kosakata bahsa arab males, baca2 males, buanyakk pokoke. sampe2 mencari solusi wat mengobati males aja maless . minta solusi ma sampeyan2 aja dah barang kali da yang bisangasih solusi thanx full …

    Lambertus said:
    Saya juga sedang berjuang untuk mengalahkan rasa malas ini. Motivasi saya sekarang sih, demi orang-orang di sekitar saya. Orang tua, guru, dosen, teman-teman, dan semua orang yang sudah membantu saya.

  2. ridwan

    malasx ga ketulungan nih..
    jujur, baca tulisan anda sj saya sudah malas.
    apa lagi tobat. wah gmn nih skripsi saya ga selesai”..
    saya baru tidak malas kalo pnya uang banyak n ada cewek cantik yg nemenin saya.
    kira” ini malas saya udah level brp ya. mohon jawabanx..
    jwbn yg asik ya biar saya ga malas bacanya. hehe

    Lambertus said:
    Maaf. Level malas saya tidak se-advance anda. Jadi saya bukan orang yang cocok untuk menjawab pertanyaan tersebut. Thanks

  3. Iya, motivasi saya pengen lulus ya pengen cepet2 keluar dari jurusan saya. Hahaha :lol:

    Lambertus said:
    Hahaha… sama. Sebetulnya tulisan itu adalah jeritan hati. hiks… Semoga kita bisa segera keluar dari lubang ini.

  4. Simple-nya begini, ya:
    “Malas?” | “Iya.” | “Terus mau kamu apa?” | “Mau saya….” |
    Nah, kalau jelas maunya apa, jadinya bisa introspeksi diri sendiri, harusnya dia ngapain.

    Lambertus said:
    Introspeksi diri selalu menjadi langkah awal untuk menjadi lebih baik.

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s