Keinginanmu Keinginanku

Standar

Selain masalah yang menghadang, ada hal lain yang membuat kita kebingungan, yaitu sebuah pilihan. Lebih dari sebuah pilihan biasa, pilihan yang menentukan masa depan kehidupan kita adalah sesuatu yang perlu dipikirkan masak-masak.

Siapa yang tidak ingin menjalani kehidupan sesuai dengan yang diinginkan? Siapa saja pasti mengharapkan hal itu dan semua akan berusaha untuk mendapatkannya. Itu artinya, tidak hanya kita yang berpikiran seperti itu, bukan?

Setiap individu memiliki keinginannya masing-masing. Keinginan-keinginan tersebut kemudian bersinggungan dengan keinginan individu lainnya, menjadikan adanya keinginan yang berbelok, keinginan yang tertunda, keinginan yang hilang, dan sebagainya. Ya, dunia ini penuh dengan keinginan.

Biasanya, individu berada dalam lingkungan yang mempengaruhi keinginannya. Sementara, individu itu sendiri memiliki keinginannya sendiri. Bergantung pada kepribadian tiap individu, manakah yang akan membawanya kepada masa depan, faktor eksternal atau internalkah yang lebih dominan.

Dan inilah pilihan itu: dia berusaha mencapai keinginannya sendiri atau keinginan orang lain?

Sering kali, kita ingin berusaha untuk mencapai semuanya. Sementara keinginan orang lain terpenuhi, kita juga mendapatkan keinginan kita. Dan yang terjadi adalah kita akan mendahulukan keinginan orang lain dan memberikan toleransi untuk menahan keinginan pribadi kita. Apakah ini buruk? Tidak, bahkan kita tidak bisa begitu saja mengacuhkan keinginan orang lain. Tidak ada yang salah dengan mendahulukan keinginan orang lain, seperti keinginan orang tua misalnya. Karena terkadang apa yang mereka inginkan untuk kita adalah sesuatu yang memang kita butuhkan, jauh dari jangkauan kita akan arti sebuah keinginan.

Sekarang mari kita posisikan keinginan kita dengan keinginan orang lain itu: apakah sejalan, tidak sejalan, atau justru berlawanan?

Keinginan yang sejalan tidak hanya keinginan yang sama, tapi bisa juga keinginan yang saling mendukung. Tidak ada hal yang perlu dicemaskan dari hal ini.

Keinginan yang tidak sejalan (tidak berlawanan) adalah keinginan yang mungkin tidak memiliki hubungan sama sekali. Tidak saling menguatkan maupun melemahkan. Untuk kebaikan di kedua sisi, maka hal yang bisa dilakukan untuk mempertemukan kedua keinginan tersebut adalah dengan komunikasi. Komunikasi ini diperlukan untuk memberikan pengertian pada tiap sisi sehingga bisa saling mendukung agar keinginan tersebut tercapai semuanya. Menjalani proses pada penyetaraan keinginan tak sejalan ini akan membutuhkan usaha yang lebih keras daripada keinginan yang sudah sejalan. Akan tetapi, jika berhasil mencapainya, ini adalah sebuah kemenangan besar. Namun, juga akan ada kemungkinan bahwa hanya salah satu saja yang akan dicapai.

Komunikasi sesungguhnya juga solusi bagi keinginan yang berlawanan. Akan tetapi tujuan dari komunikasi ini bukanlah untuk menyetarakan keinginan, tapi lebih untuk menemukan keinginan mana yang harus dilepaskan. Ada dua kondisi yang akan terjadi setelah pilihan keinginan ini, yaitu kemenangan atau kalah sama sekali.

Kawan,
kita mendapatkan lagi kata komunikasi pada tulisan ini. Sangat menyenangkan ketika kita bisa mencapai tujuan kita, bersama dengan itu membahagiakan orang lain. Untuk sebuah kata yang lebih indah, kita bisa namakan keinginan kita sebagai sebuah mimpi atau cita-cita. Hanya pilihan kita yang bisa menentukan masa depan kita.

Apakah sesuatu yang sesungguhnya Anda inginkan?

About these ads

6 thoughts on “Keinginanmu Keinginanku

  1. pada akhirnya, seringkali saya ‘memenangkan’ keinginan saya sendiri. saya masih berpikir apakah bertindak egois seperti itu salah ya..

    Lambertus said:
    Memenangkan keinginan sendiri tidak selalu berarti egois. Bagi saya, sesuatu disebut ‘egois’ jika sebuah keinginan mengakibatkan kerugian bagi orang lain (tidak hanya kerugian materi).

  2. bahagia bila bisa membuat pilihan yang tepat buat orang lain…..
    kalau buat iri sendiri terkadang lebih sulit…

    Lambertus said:
    Benar. Saya juga sering merasakan itu. Yang membuatnya seperti itu adalah karena kita menginginkan yang terbaik untuk diri kita.

  3. Bisa membahagiakan orang lain sudah pasti membuat kita juga bahagia. :)

    Lambertus said:
    Bahkan kebahagiaan itu terasa lebih besar jika dibandingkan membahagiakan diri sendiri

Tinggalkan komentar di sini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s